Liputan6.com, Lampung - Di balik rimbunnya pepohonan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Lampung, ada cerita sunyi tentang upaya penyelamatan satwa liar yang tak banyak diketahui publik.
Bukan sekadar melepasliarkan burung ke habitatnya, para pegiat konservasi juga harus berjibaku menghadapi ancaman nyata: perburuan liar yang terus mengintai.
Salah satu yang merasakan langsung dinamika tersebut adalah Arief Vickry Fathullah, staf Social Media Specialist dari organisasi perlindungan burung liar FLIGHT.
Ia kerap turun langsung dalam patroli rutin di kawasan Tahura, yang juga menjadi lokasi pelepasliaran burung hasil sitaan dari perdagangan ilegal.
Berpacu dengan Waktu, Berhadapan dengan Pemburu
Arief menuturkan, patroli bukan sekadar rutinitas menyusuri hutan. Dalam beberapa kesempatan, timnya berhadapan langsung dengan para pemburu liar yang mengincar burung-burung yang baru saja dilepasliarkan.
“Beberapa kali kami menemukan pemburu di lokasi. Tapi seringnya mereka kabur lebih dulu,” kata Arief kepada Liputan6.com, Rabu (15/4/2026).
Katanya, para pemburu diduga memiliki jaringan informasi yang cukup cepat. Tak jarang, mereka sudah mengetahui lokasi pelepasliaran dan segera datang untuk menangkap kembali burung-burung tersebut.
Karena itu, tim FLIGHT bersama Polisi Kehutanan (Polhut) kerap melakukan penjagaan pasca pelepasliaran. Tujuannya jelas, memastikan satwa yang sudah kembali ke alam tidak kembali menjadi korban perdagangan.
Kejar-kejaran di Tengah Hutan
Pengalaman paling menegangkan terjadi saat tim patroli memergoki pemburu yang langsung melarikan diri. Dalam kepanikan, pelaku bahkan membuang karung berisi burung hasil tangkapan.
“Pelakunya kabur, tapi burung-burungnya berhasil kami selamatkan karena dibuang saat dia lari,” tuturnya.
Meski tidak selalu berujung penangkapan, upaya penyelamatan satwa tetap menjadi prioritas utama.
Dalam banyak kasus, pendekatan persuasif dilakukan, mengingat kewenangan penindakan berada di tangan aparat Polhut.
Modus Perburuan: Dari Getah hingga Suara Pancing
Arief mengungkapkan, para pemburu memiliki berbagai cara untuk menjebak burung.
Salah satu metode yang paling umum adalah menggunakan pulut, yakni getah lengket yang dioleskan pada ranting.
Selain itu, mereka juga memanfaatkan suara rekaman burung, dikenal dengan istilah “ngeriwik” untuk memancing burung lain mendekat.
“Begitu burung hinggap di ranting yang sudah diberi pulut, langsung lengket dan tidak bisa terbang,” jelasnya.
Metode itu dinilai sangat merusak karena dapat menangkap banyak burung dalam waktu singkat tanpa seleksi, termasuk burung yang dilindungi.
Saat ini, patroli di Tahura dilakukan secara rutin setiap hari kerja bersama Polhut.
Jalur patroli pun dibuat acak untuk mengantisipasi pergerakan pemburu.
Meski dalam beberapa waktu terakhir aktivitas perburuan di area tertentu menurun, ancaman belum sepenuhnya hilang.
Dalam patroli terbaru, tim masih menemukan individu yang membawa senjata api dan diduga hendak berburu.
“Kalau ada bukti pelanggaran, biasanya langsung disita dan pelakunya dibawa ke kantor untuk diperiksa,” kata Arief.

5 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555183/original/009805400_1776145913-1000700310.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556566/original/071022500_1776254501-WhatsApp_Image_2026-04-15_at_18.58.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556642/original/060814900_1776267409-WhatsApp_Image_2026-04-15_at_18.22.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556604/original/035842500_1776260024-adu_bacok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554455/original/027908800_1776071784-IMG-20260413-WA0017.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556512/original/039713300_1776249475-1001168385.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4361526/original/020194500_1679020544-reproductive-system-stethoscope-top-view_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556463/original/042873800_1776247559-1000701511.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556437/original/095070400_1776246835-WhatsApp_Image_2026-04-15_at_16.29.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556383/original/023242500_1776242957-WhatsApp_Image_2026-04-15_at_15.36.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556377/original/090886900_1776242439-Screenshot_2026-04-15_150947.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556335/original/008933900_1776241058-20260415_103304.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556309/original/086515200_1776239223-1AC24E84-1A3A-4BEF-97C6-ACF23E3DE59F.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470494/original/030188100_1768207964-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_15.41.13__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556008/original/082648800_1776228346-Gunung_Semeru_erupsi__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555961/original/006474500_1776226767-WhatsApp_Image_2026-04-15_at_11.06.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555950/original/079413400_1776226411-Wamenagri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555112/original/038608300_1776143033-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555900/original/052417800_1776223606-Foto_5_-_Artist_Impression_Medical_Suites__D-HUB_SEZ_BSD_City.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1017087/original/081631900_1444552613-Ilustrasi-Kekerasan-Anak2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449331/original/009128300_1766054298-1000846788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448872/original/089550000_1766041751-IMG_20251218_112507_767.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5276590/original/081825200_1751957181-20250708-Banjir-ANg_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365736/original/041722900_1759205212-IMG-20250930-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448059/original/065762900_1765978898-Bengkel_motor_Fausul_di_Pulau_Mandangin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449480/original/029142300_1766063506-Ayah_Prada_Lucky_Namo__Pelda_Chrestian_Namo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447862/original/001021800_1765966130-Batu_Nusuk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449346/original/079160500_1766055185-Kepala_Bulog_Kalteng_Budi_Sultika.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448567/original/067225600_1766033308-1000630000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977999/original/017889900_1648530540-PMI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448993/original/011330600_1766044717-IMG-20251217-WA0381.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451861/original/087288700_1766375997-Bus_kecelakaan_di_exit_Tol_Semarang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446300/original/039386600_1765878471-Lokasi_WN_China_serang_TNI_di_Kalbar.jpeg)