Viral Pelajar Naik Getek, Bupati Lampung Timur Berdalih Belum Mampu Bikin Jembatan

16 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Viral video pelajar berseragam sekolah bersama warga berdesakan saat menyeberangi sungai menggunakan rakit penyeberangan (getek). Merespons hal itu, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah berdalih belum mampu bikin jembatan.

Dia bilang, lokasi penyeberangan berada di hamparan sungai yang lebar dengan arus cukup deras dan berada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Kondisi sungai yang kerap meluap juga berdampak pada wilayah pertanian di sekitar Way Bungur dan Purbolinggo.

Menurut Ela, estimasi anggaran pembangunan jembatan mencapai sekitar Rp 80 miliar, di luar penanganan badan sungai yang juga perlu diperbaiki karena kondisi pondasi harus cukup dalam dan tinggi.

“Kalau kabupaten sendirian belum mampu. Itu estimasi anggarannya sekitar Rp 80 miliar, belum termasuk pembenahan badan sungainya. Pondasinya harus cukup tinggi dan dalam karena arusnya deras,” kata Ela dikonfirmasi Liputan6.com, Minggu (1/2/2026).

Dia mengungkapkan, pemerintah daerah sebelumnya telah mengalokasikan hampir Rp 19 miliar dari APBD untuk pembangunan pondasi awal jembatan di kedua sisi sungai.

Namun, proyek tersebut belum dapat dilanjutkan karena keterbatasan fiskal daerah.

Ela menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, BBWS, serta pemerintah pusat untuk mendorong percepatan pembangunan jembatan tersebut.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, akan dibangun jembatan sementara melalui program Jembatan Merah Putih yang melibatkan TNI sebagai solusi darurat untuk membantu mobilitas warga dan pelajar.

“Insya Allah triwulan pertama atau kedua akan dibangun Jembatan Merah Putih untuk sementara, sebagai afirmasi penyeberangan masyarakat dan anak-anak sekolah,” ujarnya.

Menurut Ela, tim dari Kodim telah turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran dan pendataan, termasuk menghitung jumlah pelajar yang setiap hari menyeberangi sungai.

Dia pun meminta maaf kepada masyarakat atas kondisi tersebut, sembari menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari solusi melalui jalur koordinasi lintas instansi.

“Kami terbuka terhadap kritik dari masyarakat. Itu justru menjadi bahan evaluasi bagi kami. Keterbatasan fiskal memang menjadi kendala, tetapi kami terus berikhtiar,” ucap Ela.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner