Jasad Tanpa Identitas Muncul Saat Bangkai Kapal Dievakuasi dari Selat Bali

20 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Jasad tanpa identitas muncul saat bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dievakuasi dari perairan Selat Bali, Minggu (1/2/2026). Jasad yang kondisinya sudah tidak utuh tersebut muncul ke permukaan tepat saat alat berat mengangkat bangkai kendaraan dari dasar laut.

​Penemuan bermula sekitar pukul 07.15 WITA, saat tim patroli Sea Rider yang dipimpin oleh Danposal Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, melintas di area kerja kapal BC Pioner 88. Lokasi tepatnya berada pada koordinat 08^{\circ}09'33,11'' \text{ LS} - 114^{\circ}29'52,03'' \text{ BT}, jalur vital penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

​Momen mencekam terjadi ketika crane kapal evakuasi sedang mengangkat sebuah truk berwarna kuning dari kedalaman. Secara mengejutkan, sesosok tubuh manusia muncul dari arah reruntuhan dan langsung terseret arus laut ke arah utara sejauh satu mil.

​"Saat crane mengangkat truk kuning, tubuh manusia terlihat muncul ke permukaan. Tim segera bergerak cepat melakukan evakuasi agar jasad tidak hilang terbawa arus," ujar Yuli Prasetyo.

​Berdasarkan pemeriksaan awal di Pantai Cemara, Kelurahan Gilimanuk, kondisi jenazah dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terlalu lama berada di dalam air. Adapun ciri-ciri jenazah di antaranya menggunakan celana panjang hitam dan ikat pinggang hitam. Selain itu tubuh sudah tidak utuh, menyulitkan identifikasi visual secara langsung.

"Jenazah ditemukan di radius area tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang karam pada Juli 2025 lalu," paparnya.

perasi evakuasi ini melibatkan tim gabungan dari TNI AL, Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Sat Polair Polres Jembrana, hingga nelayan setempat. Mengingat lokasi dan keterkaitan armada, jenazah tersebut kini telah diserahkan kepada Sat Polair Polresta Banyuwangi.

​"Sekitar pukul 09.00 WITA, jasad dibawa menggunakan Kapal Polair Banyuwangi X-1033 menuju RSUD Blambangan, Banyuwangi untuk menjalani proses autopsi dan identifikasi mendalam (DVI)," lanjutnya.

Sementara itu, ​Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Arya Agung Arjana Putra, menegaskan bahwa kepolisian tengah mengumpulkan keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengungkap identitas korban.

Dia juga meminta masyarakat atau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga sejak tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya untuk segera melapor.

"Selain itu, warga pesisir diimbau tetap waspada dan memanfaatkan layanan darurat 110 jika menemukan hal mencurigakan di laut," pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner