Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan beralih profesi demi merintis lini usaha baru kerap mendatangkan cerita inspiratif dari berbagai sudut daerah. Salah satunya datang dari produk bawang goreng premium Bagor Cinta D'Rome, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Klaten, Jawa Tengah, yang sukses menembus pasar digital hingga mengukir prestasi gemilang lewat program pemberdayaan BRIncubator milik Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Berlokasi di RT.19/RW.08, Dengok Wetan, Kebun Dalem Lor, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, usaha kuliner kering ini menyimpan filosofi emosional yang mendalam. Alinia Melati selaku pemilik usaha tersebut membagikan kisah mengharukan di balik penamaan produknya yang didedikasikan sepenuhnya untuk sang ibunda tercinta.
"Saya itu mempunyai produk bernama Bogor Cinta D'Rome ya, kenapa dinamain D'Rome itu? karena mengenang almarhumah ibu saya. Jadi ini tuh masakan sebagai bentuk cinta saya kepada ibu filosofinya disitu. Jadi agak nangis-nangis ya mas. Soalnya kan mengenang ya, D'Rome namanya ibu saya," ujar Alinia saat berbincang hangat dengan Liputan6.com di tempat usahanya pada Jumat (29/5/2026) kemarin.
Dari Guru Honorer PAUD hingga Lahirnya Produk Andalan
Sebelum memfokuskan diri di dunia wirausaha kuliner, Alinia menghabiskan waktu bertahun-tahun sebagai tenaga pendidik. Berbekal ijazah S1 Pendidikan Anak Usia Dini, ia aktif mengajar sebagai guru honorer sebelum akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dan mulai aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Saat ini, dirinya bahkan dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan untuk Aisyah Prambanan periode 2022-2027.
Langkah awalnya di dunia usaha tidak langsung dimulai dengan memproduksi bawang goreng, melainkan dari berjualan produk minuman segar di pinggir jalan.
"Saya tuh backgroundnya itu guru mas. Saya 6-7 tahun lah kisaran itu saya kerja jadi guru honorer di PAUD, tapi kan saya pendidikannya anak usia dini, S1-nya. Waktu itu saya resign karena sesuatu hal, akhirnya saya itu ikut beberapa grup usaha-usaha gitu. Saat ini, saya menjadi ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan untuk Aisyah Prambanan periode 2022-2027. Setelah resign, awalnya kan saya jual es itu, ada gerbong es, saya jualan es melar, seperti es teler, tapi pakai sirup. Terus saya itu dibantu oleh Bu Wening, Bu Wening yang di PDA, PDA itu Pimpinan Daerah Aisyah. Di sana saya dianjurkan untuk mengikuti pelatihan di Persepsi. Persepsi itu ada di Ngawen, dekat Exit Tol Klaten-Solo itu. Di situ, saya dibimbing oleh Mbak Ima, Bu Hastin dan beberapa rekan yang lain, khusus Perempuan," kenangnya menceritakan masa awal transisi profesinya.
Tantangan pelatihan bisnis digital yang diikutinya kemudian memaksa Alinia memutar otak untuk melahirkan sebuah produk kering yang memiliki daya simpan lama agar bisa dikirim ke berbagai wilayah melalui platform e-commerce.
"Saya itu diajarkan untuk ke Shopee. Di Shopee marketplace itu diajarkan. Kita gini mas, ada tugas dimana produknya itu dijualkan di marketplace dan mau nggak mau harus ada yang laku. Disana saya bingung, kan produknya es, kolang kaling, herbal ya. Terus saya berpikir untuk harus punya produk yang kering agar bisa dijual jauh gitu kan untuk di online shop itu, dan lahirlah produk ini, Bagor Cinta D’Rome," terangnya.
Proses Produksi Ketat dengan Racikan Kaldu Alami
Demi mempertahankan keaslian rasa dan kualitas premium, Bagor Cinta D'Rome diproduksi dengan komitmen kuat tanpa menggunakan bahan pengawet ataupun penyedap rasa buatan (MSG). Alinia mengandalkan racikan kaldu buatan sendiri yang diolah dari bahan alami untuk memberikan cita rasa gurih yang khas.
"Produk saya enggak pakai pengawet. Penyedap rasa saya juga enggak. Tapi lebih ke kaldu. Kaldu saya bikin sendiri. Pakai ikan asin itu saya rebus, saya goreng, terus saya blender itu mas itu kasih garam, kasih pembelan gitu oh kalau," jelas Alinia membocorkan rahasia keunggulan produknya.
Dalam hal pemenuhan bahan baku utama, ia sangat selektif memilih jenis bawang merah terbaik demi menjaga tingkat kadar air dan tekstur kerenyahan produk akhir, meski perjalanan mengelola rantai pasok tersebut sempat diwarnai pengalaman pahit.
"Saat ini, untuk proses produksinya bisa sampai seharian gitu mas. Dari awal hingga sampai proses packing produknya. Produksinya gini, brambangnya pilihan ya, Mas. Ada yang Jawa, Bima, Sulawesi dan Brebes. Tapi kalau untuk yang jualan ya setengah-setengah ya, kita kebanyakan pilih yang di Bima. Kita kan awal-awal nggak langsung bagus mas. Kadar airnya seberapa itu kita awalnya tidak tahu. Terus akhirnya kita dibohongin, istilahnya pengepul yang ini kurang amanah. Jadi lebih ke boncas, rugi-rugi gitu." ungkapnya.
"akhirnya nemuin satu pengepul yang benar-benar dan itu mempermudah juga kan. Nah itu dari situ kita belinya sampai sekarang. Saya produksinya itu tidak tiap hari produksi. Jadi kadang-kadang ketika ada pesanan atau ada event. Soalnya karena waktu kan, gitu-gitu saya juga ini mas ada bermitra juga. Jadi saya tuh punya mitra yang SOP-nya harus sama dengan saya. Jadi produknya itu harus 11-12 dengan punya saya. Kayak gitu," urainya secara mendalam mengenai operasional dapur produksinya." lanjutnya,
Hingga saat ini, manajemen internal usahanya masih dikelola dalam skala industri rumah tangga yang melibatkan keluarga dekat sebagai tenaga bantu kerja lepas.
"Saya punya satu karyawan itu adik saya. Kayak freelance gitu aja. enggak harian gitu. Terus untuk gaji-gaji gitu lebih fleksibel banget sih, soalnya sama adik belum profesional lah istilahnya kayak gitu. Kadang udah lah, upahnya dibeli makan aja," tambahnya sembari tersenyum.
Inovasi Varian Rasa dan Strategi Membidik Segmen Pasar
Bagor Cinta D'Rome tidak pernah berhenti berinovasi melahirkan ragam varian rasa unik untuk memanjakan lidah para pelanggannya. Saat ini, pilihan produknya mencakup varian original, mix teri (teri original dan teri pedas), balado polos, balado kacang, campuran kedelai (original dan pedas), jengkol, keju, hingga abon. Dari deretan menu tersebut, varian teri pedas dan original menempati kasta tertinggi sebagai produk paling diminati konsumen.
Alinia secara jeli memetakan target pasar potensial yang membutuhkan produk praktis siap saji berkualitas tinggi.
"Saya saat ini segmennya orang-orang sekitar dan saat ini menargetkan ke yang pesat oleh-oleh yang dan terutama untuk bekal bepergian umrah & haji saya pengennya. Terus juga untuk anak-anak kos, wanita sibuk, terutama dosen-dosen itu," ungkapnya memaparkan peta pelanggan.
Keberanian melakukan jemput bola di ruang publik menjadi kunci utama bagi Alinia untuk memperkenalkan merek dagangnya secara luas kepada masyarakat. Ia aktif memanfaatkan pameran, ulasan digital di marketplace, serta sistem promosi langsung.
"Saya tuh orangnya pengen maju ya. Saya nggak malu untuk mengenalkan produk saya. Kadang saya tuh kalau di tempat umum saya bawa produk, ya saya perkenalkan produk saya. Awalnya sih kayak penolakan wajar ya. Kadang kalau kita kasih free itu tidak semua orang mau menerimanya ya. Tapi ya tetap saya usaha memasarkannya. Intinya ya kalau orang udah percaya sama kita kita nggak tipu-tipu, Insya Allah nanti dipermudah. Gitu aja, sih," kata Alinia optimis.
"Terus pas event-event itu, saya bawa produk untuk di tester itu. Mereka ambil sini Alhamdulillah banyak yang suka dan langsung beli. Terus berikutnya ketemu enak lho dan beli, kadang tak kasih free terus tolong ya nanti ulasannya tapi harus review," tambahnya.
Berkat ketekunan tersebut, Bagor Cinta D'Rome kini mulai kebanjiran respon positif, bahkan performa digital usahanya di platform pencarian digital mencatatkan nilai yang sangat memuaskan.
"Kalo untuk yang booming-booming itu malah di Google Maps. Di Google Maps produk saya alhamdulillah sudah dapat Bintang 5 mas. Terus di beberapa pameran juga alhamdulillah banyak yagng suka dengan produk saya. Terus juga saya punya beberapa online shop, seperti TikTok, Shopee, Instagram, pesen via WA juga beberapa ada mas," paparnya lengkap.
Untuk urusan harga, Alinia menerapkan skema yang sangat adaptif dan ramah di kantong konsumen umum maupun jaringan mitra penjualan. Ukuran produk dikemas bervariasi mulai dari berat 45 gram hingga kemasan besar 300 gram, bahkan ia terbuka melayani pesanan khusus tanpa tepung demi kepuasan pembeli.
"Saya itu gini mas, kan saya ada reseller ada nggak ya. Reseller kadang saya hitung mulai 10 ribu, tapi ada beberapa kesepakatan untuk jadi reseller saya gitu. Kalau untuk yang misalnya Beli 5, beli 10, itu saya mungkin kasih bonus. Entah ya mungkin apa kayak free satu tapi produk yang original Yang size-nya di bawahnya, kayak gitu tiap varian. Harganya 10 ribu ada beberapa macam kan, kecuali yang varian keju dan abon itu saya jual ke reseller saya jual mulai 12 ribu hingga 85 ribu. Untuk umum, saya menjual mulai dri harga 12 ribu saja mas. Varian keju dan abon saya jualnya mulai 14 ribu. Ukurannya mulai dari 45 gram hingga 300 gram. Kadang saya juga bikin sesuai dengan request dari pembeli saya. Bahkan ada yang pengen requestnya, Gak pake tepung, pake yang ini, kayak gitu. Jadi saya tuh mengikuti kemauan konsumen," terangnya.
Keterbatasan Alat hingga Prospek yang Cerah
Meskipun usahanya menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dalam kurun waktu satu tahun berjalan, Alinia mengakui masih menghadapi kendala teknis pada sisi mekanisasi produksi akibat keterbatasan alokasi anggaran modal kerja.
"Kendala saya di alat mas. Saat ini saya lebih tradisional banget jadi kayak manual gitu. Jadi kadang tangan saya yang ke iris. Kalau ada mesin khusus kan jadi lebih praktis ya. Sebenarnya sudah ada mesinnya, Cuma ya kendalanya di keuangan mas," keluhnya jujur.
Namun, kendala operasional tersebut sama sekali tidak menyurutkan motivasinya untuk terus membesarkan bisnis rumahan ini. Ia sangat yakin bahwa Bagor Cinta D'Rome memiliki potensi pasar yang sangat besar ke depannya seiring melonjaknya angka permintaan konsumen.
"Omset, saya kan ini yang masih skala kecil ya. Kalau untuk nggak rame itu 300 kalau per bulan. Kalau produksi secara full, ya 1.5 kurang lebih. Baru kecil mas, belum terlalu banyak gitu mengingat masih 1 tahun kan ya ini. Tapi saya omtimis prospeknya bakal besar, mengingat peminatnya mulai rame," cetusnya.
Sukses Sabet Juara 3 Nasional Melalui Program BRIncubator babagobagobagbag
Langkah ekspansi usaha Bagor Cinta D'Rome kian mendapatkan fondasi yang kokoh setelah Alinia berhasil lolos mengikuti program inkubasi bisnis bergengsi BRIncubator, sebuah program pembinaan komprehensif hasil kolaborasi strategis antara Rumah BUMN BRI dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Di tempat ini, ia digembleng langsung oleh para mentor profesional mengenai tata kelola usaha modern hingga adopsi teknologi berbasis AI (Artificial Intelligence).
"Awalnya itu kan kita ikut bimbingan ya mas. Dari UGM kita kan kolaborasi sama BRI, rumah BUMN mas tepatnya. Di rumah BUMN itu diadakan BRIncubator. Di sana, kita difasilitasi tentang pengembangan UMKM ya dari sekarang sampai AI. Kayak didatangi pemateri-pemateri yang berkompeten gitu mas. Jadi selama satu bulanan itu dari 300 UMKM itu kan di jaring 25 orang. 25 orang itu diambil dari nilai keaktifannya mengikuti kegiatan tersebut. Dari kegiatan tersebut, ya nggak tau, mungkin kudah Allah rezeki saya, saya jadi juara 3," ungkap Alinia penuh rasa syukur.
Dampak keikutsertaan dalam wadah inkubasi binaan BRI ini diakuinya membawa pengaruh yang sangat masif bagi kelangsungan usaha kuliner miliknya. Produk Bagor Cinta D'Rome tidak hanya sekadar mengalami peningkatan popularitas merek, namun juga difasilitasi penuh untuk unjuk gigi dalam pameran-pameran strategis tingkat nasional di bawah payung kementerian dan lembaga terkait.
"Alhamdulillah ya, lewat BRIncubator itu otomatis kan dikenal ya mas. Kalau nggak salah ada link UMKM juga ya, atau link apa itu lho. Nah itu link UMKM, jadi kalau misalnya ada kegiatan dari BRI, kita dikasih tau mas. Kemarin kan di JEC itu kan ada JFF ya, di JFF itu kan kegiatan ya Pak sama Pak Menteri itu, itu dari BRIncubator. Terus dari OJK, pas ada kegiatan di OJK, lewat BRI juga. Jadi kita difasilitasi untuk maju lagi-maju lagi," imbuhnya panjang lebar.
Seluruh rangkaian pembekalan kompetensi bisnis, kurasi pasar, hingga fasilitas pameran bergengsi tersebut disediakan seutuhnya oleh pihak BRI tanpa membebankan biaya administrasi komersial apa pun kepada para pelaku usaha binaan.
"Tidak. Malah kan dapet reward, mas. Selain dapet reward, otomatis kan produk kita kayak sesuatu yang berbeda, gitu. Kayak naik level, gitu, mas," tandasnya mengakhiri sesi wawancara.
Apresiasi PJ Kepala Desa: Solusi Lauk Bergizi Tinggi yang Ramah Kantong
Dukungan terhadap eksistensi Bagor Cinta D'Rome tidak hanya datang dari sektor perbankan, melainkan juga mengalir deras dari jajaran pemerintah tingkat desa. Lelly Erawati, selaku Penanggung Jawab (PJ) Kepala Desa Kebun Dalem Lor turut memberikan pandangan positif serta apresiasi tinggi terhadap inovasi produk kuliner lokal yang dirintis oleh salah satu warganya itu.
Lelly menilai Bagor Cinta D'Rome, khususnya varian campuran teri tersebut bukan sekadar bawang goreng biasa, melainkan produk kreatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan lauk siap saji yang sehat, kaya nutrisi namun tetap ekonomis terutama di momen-momen krusial akhir bulan.
"Kalau mengenai Bagor Cinta D’rome ya, saya kalau bikin status gini, lauk berprotein tinggi yang tetap ramah di kantong sekalipun kondisi sedang tidak baik-baik saja. Tabur teri kondisi dompet baik-baik saja di tanggal tua, seperti itu. Terus banyak dapat respon temen saya gitu, ini apa? oh ini tabur teri, isinya itu teri nasi, ini-ini, teri itu kan kandungan proteinnya tinggi terus ini sudah ada bawangnya, bawang itu kan juga bagus untuk kesehatan dan yang jelas gak ada minyak, minyaknya minim sekali jadi untuk kolesterol kan, gitu," papar Lelly menceritakan pengalamannya saat mempromosikan produk tersebut di media sosial pribadi.
Lebih lanjut, Lelly menggarisbawahi bahwa kombinasi bawang goreng dengan varian "tabur teri" (teri nasi) ini merupakan sebuah terobosan unik yang belum pernah ia temui di pasar kuliner sejenis. Karakteristik produk yang khas ini dinilainya menjadi modal kuat bagi Bagor Cinta D'Rome untuk menguasai pasar yang lebih luas.
"Saya melihat kalau bawang goreng itu kan biasa ya, semua orang memproduksi ya tapi kalau tabur teri itu sepertinya saya ya baru di sini liatnya tabur teri itu kalau mungkin adanya tuh kering teri sama tempe gitu ya kalau tabur teri baru di sini, jadi saya melihat ini dari teman-teman yang beli-beli itu prospeknya bagus sepanjang kemasaran kita ini intens seperti itu," tandas Lelly optimis.
BRI Incubator Jadi Ruang Naik Kelas bagi UMKM
Langkah maju yang dirasakan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak lepas dari peran aktif Rumah BUMN BRI Yogyakarta atau yang akrab disapa RuBy. Wadah ini terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan berbagai program pembinaan terstruktur demi membantu para pelaku usaha berkembang secara lebih terarah. Salah satu pilar program unggulan yang rutin digulirkan adalah BRIncubator, sebuah program inkubasi bisnis intensif yang dirancang khusus untuk mendongkrak kapasitas dan daya saing UMKM.
Melalui program penempaan ini, para peserta tidak hanya disuguhkan materi pelatihan dasar semata. Mereka mendapatkan pendampingan mendalam yang komprehensif, mulai dari tata kelola manajemen usaha, strategi pemasaran modern, hingga fasilitasi business matching demi membuka akses pasar yang lebih luas agar siap naik kelas.
Koordinator Rumah BUMN BRI Yogyakarta, Fiera Dwi Hapsari, menjelaskan bahwa program ini menerapkan sistem seleksi yang ketat agar proses pembinaan selama masa inkubasi dapat berjalan secara optimal.
“Nanti ada beberapa UMKM kita kurasi, sekitar 20-an UMKM kita adain pelatihan rutin selama satu sampai dua bulan, benar-benar digodok. Diajarin dari awal, cara business matching sampai istilahnya bisa naik kelas,” ujar Fiera saat ditemui Liputan6.com pada Selasa (18/5/2026).
Proses panjang tersebut dimulai dari tahap kurasi awal yang selektif. Pendaftaran program BRIncubator umumnya dibuka selama satu bulan penuh dengan melibatkan jajaran kurator serta tim ahli (expert) untuk menjaring pelaku UMKM yang dinilai paling siap menerima pembinaan intensif.
Program BRIncubator sendiri dikemas secara berjenjang, mulai dari tingkat lokal hingga menembus level nasional. Tidak sampai di situ, para peserta binaan yang menunjukkan performa apik juga berkesempatan emas untuk dilibatkan langsung dalam ajang expo UMKM skala besar hingga program Pengusaha Muda Brilian yang digelar oleh BRI.
Menurut Fiera, pelaksanaan inkubasi di tingkat regional memegang peranan krusial sebagai fondasi awal untuk memetakan potensi serta karakteristik unik dari masing-masing pelaku usaha di wilayah Yogyakarta sebelum nantinya didorong menuju panggung yang lebih masif.
“Kita adain lokal dulu supaya kita tahu pengusaha lokal seperti apa,” jelas Fiera.
Melalui program berkelanjutan ini, Rumah BUMN BRI Yogyakarta berharap para pelaku usaha tidak hanya mampu mencatatkan kenaikan dari sisi volume penjualan, melainkan juga memiliki kesiapan matang dari aspek legalitas hukum, tata kelola bisnis yang profesional, hingga kemandirian untuk melakukan ekspansi pasar. Langkah nyata ini terbukti sukses memikat antusiasme para pelaku usaha, di mana hingga tahun 2025 kemarin, jumlah anggota aktif Rumah BUMN BRI Yogyakarta telah meroket hingga menembus angka 1.500 sampai 2.000 UMKM dari berbagai sektor industri.
Cara Mudah Menjadi Inkubator BRI
Terdapat cara mudah untuk menjadi bagian dari peserta BRIncubator. Mengutip laman resmi media sosial Instagram Rumah BUMN Yogyakarta, program ini terbuka bagi berbagai bidang usaha, mulai dari Food & Beverages, Fashion & Beauty, Home Decor hingga bisnis Craft.
Berikut Langkah Pendaftaran Awal yang Bisa Dilakukan Pelaku Usaha UMKM:
1. Lakukan pendaftaran di laman resmi linkumkm.id, lalu lengkapi data diri pribadi.
2. klik ceklist pada bagian bawah dan pastikan anda telah membaca dan memahami Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Privasi
3. Kemudian Klik “Daftar”
4. Lakukan aktivasi akun pada E-mail yang terdaftar pada website
5. Setelah akun diaktivasi, anda dapat masuk ke website
Setelah berhasil masuk atau mendaftar pada laman website, Anda bisa melakukan tindakan lanjutan dengan melakukan klik pada bagian banner bertuliskan BRIncubator.
Setelahnya Ikuti Langkah Berikut:
1. Anda telah sampai pada halaman pendaftaran
2. Lengkapilah data anda yang terdiri dari:
- Profil Diri
- Profil Usaha
- Tentang Produk
- Profil Bank
3. Pastikan anda telah mengisi seluruh data dengan benar
4. Klik “Selanjutnya” pada masing masing Sub-Pertanyaan
5. Dan setelah semuanya terisi, akan muncul tulisan “Selamat!! Anda telah terdaftar pada Program 2026”.
Setelah semua proses dilakukan, usaha Anda pun telah siap menjadi bagian dari anggota BRIncobator 2026. Nantinya, para mentor yang memiliki pengalaman di bidang bisnis dan usaha akan memberikan pelatihan guna meningkatkan kapasitas bisnis menuju kesuksesan.

6 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7364527/original/016527800_1780145224-WhatsApp_Image_2026-05-30_at_7.02.55_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7363940/original/002897600_1780144775-WhatsApp_Image_2026-05-30_at_7.02.56_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7281332/original/004073500_1780066941-es_teh_edit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6949640/original/035957900_1779716879-Toko_Cimox_BRILink.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7328733/original/097113600_1780113427-Pelaku_Pembunuhan_Nenek_di_NTT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7275888/original/015268300_1780060974-api_misterius.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7264539/original/043979700_1780050847-Screenshot_2026-05-29_at_17.25.54.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7263081/original/051298000_1780049068-IMG_20260529_111325.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7257318/original/032111800_1780043489-kebakaran_rsud_gowa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7255925/original/035486200_1780042080-kebakaran_RSUD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7252382/original/006932200_1780038339-ungkap-kasus-penipuan-jual-beli-titik-sppg-di-ntb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7181507/original/098633100_1779977160-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_17.56.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182144/original/083081500_1779977916-bagas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7180633/original/086155500_1779975702-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_20.39.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7089269/original/039433200_1779870527-tatag_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7171059/original/025729600_1779962539-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_4.56.32_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7171534/original/051592000_1779963347-1001303548.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1237075/original/072380200_1463561466-IMG_20160518_133931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7113198/original/065832500_1779897174-Lapas_Bollangi.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2848338/original/058999900_1562657854-IMG_20190709_141553.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489005/original/077235900_1769774841-Kasus_keracunan_massal_di_SMA_2_Kudus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489989/original/007869000_1769955452-Potret_miris_Lampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495513/original/044841700_1770373828-Guru_di_Sukabumi_bikin_video_menyuapi_siswi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046528/original/067015500_1733919669-20241211-Ojek_Pangkalan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489994/original/099745700_1769956132-Banjir_di_Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489952/original/092494800_1769953324-Korban_banjir_di_Sumut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487028/original/091844600_1769654938-Jenazah_pria_asal_Jakarta_ditemukan_di_Parangtritis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489423/original/063719600_1769859359-1000328194.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498617/original/080547900_1770712309-Polisi_bongkar_gudang_miras_di_Makassar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489947/original/044203700_1769951324-Jasad_tanpa_identitas_muncul_saat_tim_gabungan_mengevakuasi_kapal_tenggelam_di_selat_Bali.jpg)