Awal Mula Terbongkarnya Penyelundupan Besar-besaran Solar ke Kalimantan

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Polisi membongkar penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di perairan Selat Makassar. Sebanyak 820 kiloliter (KL) solar subsidi diduga diselundupkan dari Sulawesi menuju Kalimantan, dengan melibatkan dua kapal dan tujuh unit truk sebagai sarana pengangkutan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, kasus ini bermula dari laporan polisi bernomor 228 yang masuk pada 26 Februari. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus krimsus kemudian bergerak dan berhasil mengamankan 120 KL BBM bersama sebuah kapal Self-Propelled Oil Barge (SPOB), tujuh truk, dan mesin pompa.

"Pada awalnya kita berhasil mengamankan BBM itu sebanyak 120 KL, kemudian kapal SPOB, termasuk juga tujuh mobil truk dan mesin pompa. Jadi dari mobil truk ini kemudian dipindahkan ke kapal SPOB," ujar Didik.

Dari pengembangan penyidikan, pihak kepolisian mencium jejak yang lebih besar. Sebuah kapal tanker bermuatan 700 KL BBM berhasil diidentifikasi dan disita pada 18 April di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Namun seluruh muatannya sudah lebih dulu diturunkan sebelum kapal sempat diamankan.

"Dari hasil pengembangan ini berhasil lagi kita sita satu kapal tanker. Ini muatannya 700 KL, tetapi barang buktinya sudah berhasil diturunkan di wilayah Kalimantan Tengah," kata Didik.

BBM ilegal jenis solar subsidi itu diduga berasal dari Sulawesi Selatan dan diangkut ke Kalimantan untuk dijual. Didik menduga, solar subsidi itu digunakan untuk kebutuhan sektor pertambangan yang marak di wilayah Kalimantan.

"Yang jelas dari Pulau Sulawesi kemudian dibawa ke Kalimantan. Ya kemungkinan untuk tambang di sana," ungkap Didik.

Hingga kini, tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus sindikat jual beli BBM ilegal ini. Empat di antaranya masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pihak kepolisian.

"Yang sudah berhasil ditetapkan tersangka ada tujuh. Empatnya masih dalam proses pencarian atau ditetapkan sebagai DPO," jelas Didik.

Sementara itu, kapal tanker yang disita kini masih dalam perjalanan menuju Makassar. Kapal tersebut ditemukan dalam kondisi rusak dan harus ditarik menggunakan tugboat dari Pulau Pisau, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah ke Makassar.

"Ini berasal dari Kalimantan, jadi dari Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dalam kondisi rusak. Jadi ditarik dengan menggunakan tugboat. Sekarang masih di perjalanan," kata Didik.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner