Potret Miris Lampung, Pelajar Berdesakan Naik Getek Gara-gara Tidak Ada Jembatan

19 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Potret miris buruknya inrastruktur di Provinsi Lampung terlihat dalam video yang viral di media sosial. Pelajar berdesakan bersama warga menyeberangi sungai menggunakan getek yang sarat muatan sepeda motor, lantaran tidak ada jembatan di lokasi tersebut.

Dalam video tersebut, tampak kondisi getek penuh tanpa dilengkapi alat keselamatan. Rekaman itu juga disertai teks bernada kritik keras terhadap pemerintah daerah terkait belum dibangunnya jembatan di lokasi yang disebut berada di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur.

Perekam video meluapkan kekesalan terhadap kondisi penyeberangan yang dinilai membahayakan keselamatan warga, khususnya para pelajar yang setiap hari harus melintas sungai menggunakan perahu sederhana.

Dia menyebut desa tersebut telah berdiri sejak 1960, namun hingga 2026 jembatan penghubung belum juga tersedia. Dalam pernyataannya, perekam juga mengklaim sempat ditelepon oleh Wakil Gubernur Lampung dan diminta menghentikan pembuatan video.

"Oke, terima kasih untuk wakil gubernur yang semalam sudah telepon dan suruh menghentikan video saya. Saya tidak akan pernah berhenti sebelum Jembatan Kali Pasir, Way Bungur ini dibangun. Benar-benar terbangun," ujar perekam video yang viral di media sosial, Minggu (1/2/2026).

Semenatara itu, akun Instagram resmi Pemerintah Provinsi Lampung pun memberikan klarifikasi dan membantah tudingan tersebut.

Pemprov Lampung mengeklaim bahwa informasi yang menyebut Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menelepon warga dan meminta menghentikan perekaman video adalah tidak benar.

“Informasi yang beredar merupakan narasi menyesatkan. Wakil Gubernur tidak pernah menelepon warga, tidak pernah meminta penghentian video, dan tidak pernah melakukan intimidasi,” tulis keterangan resmi dalam akun Instagram Pemprov Lampung.

Dalam klarifikasinya, Pemprov Lampung menyampaikan tiga poin. Pertama, Wakil Gubernur tidak pernah melakukan komunikasi langsung dengan warga terkait persoalan tersebut.

Kedua, tidak ada perintah maupun tekanan kepada warga untuk menghentikan perekaman.

Ketiga, pemerintah daerah menyatakan terbuka terhadap kritik, aspirasi, dan masukan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Pemprov Lampung pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video tanpa konteks utuh.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Pemprov Lampung, Ganjar Jationo belum merespons konfirmasi Liputan6.com terkait klarifikasi tersebut.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner