Gudang Miras di Jantung Kota Makassar Terbongkar, Pemilik Diduga Salahi Izin

3 weeks ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, kepolisian di Kota Makassar, Sulawesi Selatan menggencarkan patroli malam untuk menekan potensi gangguan keamanan. Upaya itu berbuah hasil setelah petugas menemukan peredaran minuman keras (miras) ilegal di kawasan Jalan Kandea, Kecamatan Tallo.

Operasi ini bermula ketika Tim Turjawali Samapta Polrestabes Makassar melakukan patroli rutin, Senin (9/2) malam. Di tengah penyisiran wilayah, petugas mendapati sejumlah pemuda yang kedapatan membawa miras di jalanan. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di lokasi.

Kasubnit 1 Turjawali Samapta Polrestabes Makassar Ipda Alam menjelaskan, patroli tersebut memang difokuskan untuk menciptakan situasi kondusif jelang Ramadan.

"Jadi giat kami malam ini jajaran 631, termasuk dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Saat kami melaksanakan patroli, kami mendapatkan pelaku yang membawa miras," ujar Ipda Alam kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Dari hasil interogasi singkat, para pemuda itu mengaku membeli minuman keras tersebut dari sebuah toko di Jalan Kandea. Polisi pun bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud untuk melakukan pengecekan langsung.

"Saat kami tanya mereka beli di mana (mirasnya), akhirnya ditunjuk ke tokonya. Terus kami (mendatangi lokasi) melaksanakan pemeriksaan," ucap Alam.

Pemeriksaan di toko tersebut mengungkap persoalan perizinan. Meski pemilik usaha memiliki izin, status perizinan itu diduga tidak sesuai dengan aktivitas penjualan yang dilakukan.

"Izinnya ada, tetapi izinnya sebagai sub distributor, bukan sebagai pengencer," sebut dia.

Atas dugaan pelanggaran tersebut, polisi langsung melakukan penyitaan besar-besaran. Ratusan dus miras yang berisi ribuan botol diamankan dari dalam toko. Barang bukti bersama pemilik usaha kemudian dibawa ke Posko Samapta Polrestabes Makassar untuk pendataan dan pemeriksaan lanjutan.

"Yang diamankan dari ratusan dos itu ada sekitar ribuan botol, tapi sampai sekarang kami masih melakukan pendataan. Ya pemilik usaha juga sementara diambil keterangannya," jelas Alam.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner