Banjir dan Longsor Terjang Dua Wilayah di Sukabumi

19 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Banjir dan longsor menerjang sejumlah tempat di Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, tercatat ada tiga kejadian bencana yang terjadi sepanjang Sabtu (31/1/2026).

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Gegerbitung, Cidahu dan Cikidang.

“Curah hujan yang cukup lebat dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama terjadinya bencana. Kami mencatat adanya longsor dan banjir di Gegerbitung, cuaca ekstrem di Cidahu, serta banjir yang merendam puluhan rumah warga di wilayah Kecamatan Cikidang,” ujar Daeng, Minggu (1/2/2026).

Kronologi dan Dampak Wilayah

Di Kecamatan Gegerbitung, bencana longsor dan banjir dilaporkan terjadi di Kampung Lembur Sawah, Desa Cijurey, sekira pukul 04.30 WIB.

Derasnya aliran air mengakibatkan Bendungan Leuwi Benda tergerus hingga jebol. Menurut Daeng, kerusakan ini berdampak pada sektor pertanian warga.

“Dampak dari kejadian tersebut adalah rusaknya bendungan dan munculnya ancaman gagal panen bagi warga sekitar,” tambahnya.

Sementara itu, cuaca ekstrem juga melanda Kecamatan Cidahu, tepatnya di Kampung Babakan Jampang, Desa Jayabakti.

Angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menutup akses jalan utama. Namun, petugas telah berhasil mengevakuasi material pohon sehingga lalu lintas kembali normal.

Dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Cikidang pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Kombinasi hujan lebat dan kiriman air dari hulu menyebabkan luapan sungai yang merendam permukiman di Kampung Cikidang Hilir. Daeng menyebutkan, sedikitnya 21 rumah warga terendam banjir.

“Hingga saat ini kami terus melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan di lapangan,” tuturnya.

Peringatan Dini dan Imbauan

Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di Sukabumi masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat dengan tingkat kelembaban mencapai 95 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.

Pihak BPBD menegaskan bahwa pemantauan wilayah terus dilakukan secara intensif melalui petugas P2BK, media sosial, serta aplikasi kebencanaan seperti InaRisk dan InaSafe.

“Masyarakat kami imbau tetap waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” tutup dia.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner