Satu Jasad Kembali Ditemukan, Diduga Terkait Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Sesosok jasad ditemukan mengapung di sisi utara Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Senin (2/2/2026). Penemuan beruntun ini memperkuat dugaan adanya kaitan erat dengan tragedi KMP Tunu Pratama Jaya, yang mengalami kecelakaan di bulan Juli 2025.

Penemuan jasad bermula saat Edi (50), seorang nelayan lokal Gilimanuk, sedang melaut sekira pukul 14.00 WITA. Ia dikagetkan oleh benda mencurigakan yang terombang-ambing arus. Begitu didekati, firasat buruknya terbukti, jasad manusia dalam kondisi mengenaskan tengah hanyut menuju selat Bali.

​Laporan segera diteruskan ke Pos TNI Angkatan Laut (Pos AL) Gilimanuk pada pukul 14.25 WITA. Lokasi penemuan tercatat berada di titik kritis, hanya berjarak 300 meter dari pelabuhan atau sekitar 20 meter dari lampu suar (buoy) merah-kuning.

​Menyadari ganasnya arus Selat Bali yang bisa menghanyutkan jenazah kapan saja, tim gabungan langsung bergerak cepat.

​"Kami segera berkoordinasi dengan Satpolair Polres Banyuwangi dan Ditpolair Polda Bali. Selama persiapan, posisi jasad terus dipantau dari darat agar tidak hilang terbawa arus kuat," tegas Danpos AL Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo.

Setelah penyisiran intensif, tim akhirnya berhasil menjangkau korban dan mengevakuasinya ke Dermaga MB 3 Gilimanuk sekitar pukul 16.00 WITA.

​Lettu Yuli mengungkapkan bahwa kondisi fisik jasad sudah sangat sulit dikenali secara visual.

​"Kondisi jenazah hancur, namun masih terdapat celana hitam yang menempel pada tubuh," paparnya.

​Indikasi kuat mengarah pada kru atau penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. "Dugaan sementara, ini adalah salah satu korban kapal tersebut, mengingat saat ini proses pengangkatan bangkai kapal masih berlangsung di area sekitar," tambah Yuli.

Penemuan ini merupakan yang kedua dalam 24 jam terakhir. Sebelumnya, pada Minggu (1/2/2025) pagi sekitar pukul 07.15 WITA, tim patroli juga menemukan jasad laki-laki tanpa identitas dalam kondisi yang lebih mengerikan—tanpa kepala, tangan dan telapak kaki.

​Saat ini, kedua jenazah telah dilarikan ke Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menjalani proses identifikasi dan autopsi lebih lanjut guna mengungkap identitas pasti para korban.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner