Misteri Kematian Warga Jakarta di Parangtritis Terungkap, Dua Orang Jadi Tersangka

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Misteri kematian pria berinisial HM, warga Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akhirnya terungkap. HM ternyata korban pembunuhan.

Polres Bantul sudah menetapkan dua orang sebagai pelaku pembunuhan HM. Mereka dijerat tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum (pengeroyokan) terhadap orang hingga meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hadiyanto menyebut, dua orang laki-laki yang ditetapkan sebagai pelaku yaitu RM (42) asal Ampel, Boyolali dan FM (61) alamat Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Dari hasil pemeriksaan, Polres Bantul sudah menetapkan dua orang terduga pelaku sebagai tersangka dalam perkara pembunuhan," jelas Iptu Rita, Jumat (30/1/2026).

Kedua orang tersebut dijerat tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang hingga meninggal dunia. Iptu Rita menyatakan pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap keduanya.

Mengenai motif dan kronologis, Iptu Rita mengaku belum ada informasi lebih lanjut. Dia berjanji pihaknya akan segera menggelar jumpa pers.

Kronologi Penemuan Jenazah

Mayat korban ditemukan pada Rabu (28/1/2026) sekira pukul 07.30 WIB. Saat itu, saksi satu sedang mencari rumput di area gumuk pasir Dusun Grogol IX Parangtritis dan kemudian melihat ada seorang laki-laki tergeletak di semak-semak rumput.

Selanjutnya saksi satu memberitahu saksi dua, dan menghubungi petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Kretek. Setelah itu, petugas kepolisian menghubungi Tim Inafis Polres Bantul dan Puskesmas Kretek.

Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan Inafis Polres Bantul, disimpulkan korban seorang laki-laki dengan posisi terlentang kedua kaki menekuk, memakai celana hitam pendek dan kaos dalam putih, sementara luaran memakai kaos kerah biru tersingkap.

"Kedua mata terbuka, terdapat lebam sekitar bola mata, di pelipis kanan terdapat luka sekira empat cm, luka di pangkal hidung 1,5 cm, lebam sekitar mulut kiri, luka sobek daun telinga kiri sekira 1,5 cm, telinga kanan sekitar dua cm, rahang kiri bengkak, bagian leher depan lebam, tinggi badan 160 cm," jelas Iptu Rita.

Sementara dari hasil pemeriksaan Puskesmas Kretek, kata dia, korban laki-laki terbaring terlentang kedua kaki menekuk di bagian lutut (extensi), kedua tangan tertekuk di dada, memakai celana hitam pendek kaos dalam putih, kaos luar kerah biru tersingkap.

Sementara untuk wajah, secara umum hasil pemeriksaan sama dengan Inafis Polres Bantul, kemudian umur korban yang kemudian diketahui berinisial HM, laki laki 60 tahun tersebut meninggal dunia, diperkirakan lebih dari dua jam saat jenazah ditemukan.

Kejanggalan Kematian

Agi, pihak keluarga HM, menemukan kejanggalan perihal kematian sang ayah. Namun dirinya tak mau berspekulasi soal penyebab sebelum ada hasil resmi dari kepolisian.

“Jenazah sudah selesai autopsi luar dan dalam siang ini, posisi jenazah sedang dimandikan dan persiapan berangkat dari Bantul kemungkinan sore ini,” kata Agi kepada Liputan6.com saat dihubungi, Kamis (29/1/2026).

Agi bercerita, sang ayah sudah tidak lagi tinggal di rumah lebih kurang 6 bulan lalu. Kala itu, HM pamit kepada orang rumah untuk mengikuti kegiatan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta.

"Mau ke PORDASI," ujar Agi mengigat perkataan almarhum kepada orang rumah.

Tak ada kecurigaan sama sekali. Mengingat ayah sambungnya memang telah lama aktif di organisasi tersebut dengan jabatan sekretaris umum. Seingat Agi, kala itu sang ayah pergi tidak sendiri. Meski mengendarai mobil pribadi, ada orang lain yang membersamai menjemputnya ke rumah.

"Setahu saya mereka ya mau berkegiatan di Pordasi juga," jelas Agi.

Tak disangka, hari itu adalah kali terakhir dirinya bertatap muka dengan sang ayah.

"Setelah hari itu, ayah tak pernah pulang. Namun masih berkabar. Sebulan kemudian, almarhum pamit mau ke Jawa, tapi tidak sebut mau ke mana, bilang ke ibu tapi minta jangan bilang ke siapa pun karena misi rahasia," ungkap Agi.

Mengetahui hal itu dari sang ibu, Agi tidak terlalu menaruh curiga. Sebab beberapa kali masih memberi kabar, hanya melalui pesan singkat atau pun telepon tanpa kirim foto, video atau pun share location.

"Saat tanya kabar dan posisi, almarhum hanya meminta didoakan agar masalahnya cepat selesai supaya bisa lekas pulang," kenang Agi.

Beberapa Kali Dikabarkan Meninggal

Agi menceritakan, sang ayah sempat dikabarkan meninggal sebulan lalu. Kala itu, sang ayah disebut meninggal di Pandeglang karena jatuh dari kamar mandi. Namun kabar itu tidak benar setelah pihak keluarga menghubungi nomor HM.

"Kami mendapatkan informasi bahwa kabar itu hoaks tapi ketika ditanya kapan pulang, masih menjawab urusannya belum selesai dan mohon doanya," ungkap Agi.

Waktu yang terus berjalan membuat keluarga semakin bertanya-tanya. Tetapi secara berkala, HM masih terus memberi kabar dengan pesan atau telepon walau tidak selalu dibalas dalam waktu cepat. Hal itu pun membuat pihak keluarga tidak membuat laporan polisi soal orang hilang.

Tanggal 23 Januari 2026, lagi-lagi kabar kematian HM sampai ke telinga keluarga. Namun, kabar itu kembali ditepis Herlan. Melalui ponselnya, HM mengabarkan kondisinya baik-baik saja.

Hingga akhirnya sepekan kemudian, pada Rabu (28/1/2026), jenazahnya ditemukan di Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kali ini, tidak ada kabar dari HM.

"Tetapi saat dicoba untuk ditelepon, nomer almarhum sudah tidak merespons lagi hingga Rabu kemarin kabar ditemukannya jenazah almarhum yang sudah ramai pemberitaannya di vlog YouTube, kami pun mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan adalah keluarga kami," ucapnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner