Jembatan Gantung Jadi Solusi Sementara Penyeberangan Berisiko di Lampung Timur

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Jembatan gantung dinilai menjadi solusi sementara, supaya warga di Kabupaten Lampung Timur dapat menyeberangi sungai dengan aman. Hal ini diungkapkan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, merespons video viral pelajar dan warga berdesakan naik getek untuk menyeberangi sungai di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan.

Ela menuturkan, pihaknya telah berulang kali meninjau langsung lokasi penyeberangan tersebut. Menurut dia, sejumlah langkah sudah ditempuh agar pembangunan jembatan bisa segera direalisasikan.

“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran. Saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” ujar Ela, Senin (2/2/2026).

Dia menjelaskan, usulan pembangunan jembatan permanen telah diajukan ke pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk lewat skema bantuan presiden. Namun, hingga kini rencana tersebut belum terealisasi.

“Sudah kami ajukan, tetapi sampai saat ini belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran,” lanjutnya.

Di tengah meningkatnya perhatian publik akibat video yang viral, Ela menyebut respons lintas instansi mulai bergerak. Kodim, Kodam, serta Kementerian Pekerjaan Umum disebut telah turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi penyeberangan sungai tersebut.

Sebagai solusi sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen, Pemkab Lampung Timur mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih.

“Sebagai bentuk afirmasi dan solusi sementara, sambil menunggu jembatan permanen, kami mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih,” terang dia.

Rencananya, jembatan gantung tersebut akan dibangun oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua tahun 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) disebut telah berkoordinasi dan dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran teknis.

“BPJN sudah berkoordinasi dan besok akan turun untuk mengukur lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat berisiko,” kata Ela.

Untuk pembangunan jembatan permanen, diperkirakan dibutuhkan anggaran sekitar Rp 80 miliar. Sementara kemampuan anggaran daerah baru sekitar Rp 18,99 miliar atau hampir Rp 19 miliar, sehingga membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Ela menegaskan, penanganan di wilayah tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial. Selain pembangunan jembatan, perbaikan tanggul sungai juga menjadi bagian penting dalam solusi jangka panjang.

“Masalahnya bukan hanya jembatan. Tanggul sungainya juga harus dibenahi karena selama ini pendek dan kurang kuat. Itu yang menyebabkan banjir di Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur saat hujan deras,” jelasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner