Korban Keracunan Diduga MBG di Cianjur Tembus 273 Orang, Bupati Buka Suara

4 days ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Korban keracunan dugaan usai makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melonjak, (27/1/2026) malam. Petugas gabungan kini tengah mendata ratusan siswa yang harus menjalani perawatan medis di sejumlah puskesmas setempat.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, yang meninjau langsung penanganan di Puskesmas Cikalongkulon menyatakan bahwa dampak kejadian ini meluas ke beberapa kecamatan lain, dengan total warga terdampak mencapai 273 orang. Melonjak dari laporan awal yang hanya mencatat sekitar 100-an siswa

“Ada beberapa pasien yang diduga mengalami keracunan. Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap muntahan pasien serta sampel makanan,” ujar Wahyu.

Dia menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium sangat krusial karena jenis makanan yang dikonsumsi pasien bervariasi.

“Konsumsi makanan yang dilaporkan bervariasi, ada yang hanya mengkonsumsi satu jenis makanan, ada pula yang mengkonsumsi makanan lain,” lanjutnya.

Terkait penyebab pasti, tim medis bersama Dinas Kesehatan dan pihak kepolisian telah mengamankan sampel makanan dari unit SPPG Sukagalih.

Menu yang diuji mencakup nasi, ayam, sayur sawi, dan semangka, termasuk sampel muntahan dari para pasien.

"Pemeriksaan ini penting karena laporan menunjukkan konsumsi makanan para pasien bervariasi," kata Wahyu

Sebagai langkah tegas, Bupati menyatakan akan melakukan audit terhadap penyelenggara makanan.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG dan PPG di daerah agar kejadian serupa tidak terulang,” sambung dia.

Lonjakan Korban di Tiga Kecamatan

Peningkatan jumlah korban terpantau paling signifikan di Kecamatan Cikalongkulon. Hingga pukul 21.00 WIB, tercatat 202 orang ditangani di Puskesmas Cijagang dan 23 orang di Puskesmas Cikalongkulon.

Selain itu, kasus serupa juga ditemukan di Kecamatan Kadupandak (46 siswa) dan Kecamatan Sukanagara (2 siswa). Dari total korban tersebut, tujuh orang harus dirujuk ke rumah sakit.

"Lima orang dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur dan dua orang dirujuk ke RS Dr Hafiz Cianjur," kata Wahyu.

Sementara itu, Camat Cikalongkulon, Iyus Yusuf, melaporkan bahwa sebagian besar siswa berasal dari sejumlah sekolah dasar di wilayahnya.

Para siswa mulai mengeluh pusing, mual, dan muntah tak lama setelah menyantap menu MBG dan kembali ke rumah masing-masing.

"Ratusan pelajar tersebut mulai mengalami gejala keracunan, seperti pusing, mual, muntah, dan diare pada siang dan petang setelah sampai di rumah, sehingga pihak keluarga membawa mereka ke puskesmas," ujar Iyus.

Iyus menjelaskan bahwa jumlah korban di wilayahnya terus meningkat dari semula 107 orang menjadi 180 orang hingga Selasa malam.

Kondisi ini membuat penanganan dilakukan di sejumlah ruangan Puskesmas Cijagang serta Puskesmas Cikalongkulon karena keterbatasan tempat.

"Ratusan siswa yang mengalami keracunan berasal dari enam sekolah yang menyantap MBG dari SPPG yang sama. Dugaan sementara, mereka keracunan setelah menyantap menu yang terdiri dari nasi, ayam, sayur sawi, dan buah semangka yang disediakan unit SPPG Sukagalih," tambahnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner