Karhutla di TN Way Kambas, Lebih dari 2.600 Hektare Lahan Konservasi Terbakar

3 days ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional (TN) Way Kambas, Lampung Timur, pada 25-26 Januari 2026. Total luasan hutan konservasi yang terdampak kebakaran mencapai lebih dari 2.600 hektare dan tersebar di sejumlah resort dan seksi pengelolaan taman nasional.

Kepala Balai TN Way Kambas, MHD Zaidi mengatakan titik-titik api terpantau dari menara pengawas serta aplikasi pemantauan kebakaran hutan, sebelum tim langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Begitu terpantau titik api, petugas langsung melakukan pengecekan lapangan dan pemadaman. Tim juga melakukan mop up untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa,” kata Zaidi, Kamis (29/1/2026).

Kebakaran pertama terjadi di wilayah Resort Rawa Bunder, Seksi PTN Wilayah I Way Kanan, tepatnya di Simpang Roden, Desa Raja Basa Lama 1, Kecamatan Labuhan Ratu, pada Minggu (25/1).

"Api terpantau sekitar pukul 12.08 WIB dari menara pengawas. Tim tiba di lokasi dan mulai pemadaman pukul 13.15 WIB. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 19.45 WIB. Luas area terbakar di lokasi ini diperkirakan mencapai 107,06 hektare dengan vegetasi yang terbakar berupa alang-alang dan semak belukar di atas tanah podzolik merah kuning dengan topografi datar," sebutnya.

Sebanyak 16 personel diterjunkan dalam pemadaman, terdiri dari ASN TNWK, masyarakat, dan mitra WCS, dengan dukungan kendaraan roda dua, roda tiga, roda enam, tangki air, serta alat gepyok manual.

Masih di hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Simpang 3 Sartam yang masuk wilayah Resort Susukan Baru dan RPTN Toto Projo.

"Lokasi itu berada di Desa Rantau Jaya Udik 2 dan Toto Projo, Kecamatan Sukadana dan Purbolinggo," jelas dia.

Api terpantau sekitar pukul 11.00 WIB. Tim baru dapat melakukan pemadaman pada pukul 18.00 WIB dan api berhasil dipadamkan pukul 21.40 WIB.

"Di lokasi itu, sekitar 271,99 hektare hutan konservasi terbakar. Sebanyak 14 personel gabungan dari ASN, Polri, TNI, masyarakat, dan mitra ERU dikerahkan dengan peralatan tangki air, gepyok, alkon, serta kendaraan operasional," ungkapnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner