Cerita Guru di Sukabumi Keracunan Usai Test Food Menu MBG

4 days ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Nasib nahas menimpa Trikarsa Perba Rahayu, seorang guru di SDN Bojongkopo, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Niat hati ingin memastikan keamanan makanan bagi anak didiknya, ia justru berakhir terkapar di Puskesmas Simpenan setelah mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak layak konsumsi.

Peristiwa bermula pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Sebagai wali kelas 5A, Rahayu melakukan prosedur rutin test food atau mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada para siswa. Namun, saat mengunyah tahu goreng, ia merasakan keganjilan.

"Waktu anak-anak masih belajar, saya mencoba MBG. Dimakan tahunya. Waktu dikunyah rasanya asam, tapi sempat tertelan," ungkap Rahayu saat menjalani perawatan.

Tahu Berjamur dan Ditemukan Staples

Kecurigaan Rahayu terbukti saat ia memeriksa wadah makan (ompreng) lainnya secara teliti. Dalam sebuah rekaman video amatir yang diambil di lokasi, terlihat jelas kondisi tahu goreng yang sudah dipenuhi jamur putih di permukaannya.

Tidak hanya itu, Rahayu juga menemukan adanya benda asing berupa staples (hekter) di dalam makanan tersebut.

"Pas saya cek lagi, buka ompreng selanjutnya, ternyata tahunya berjamur. Saya buka yang satu lagi, tahunya berjamur dan ada hekter (staples)-nya," jelasnya dengan nada prihatin.

Beruntung, berkat ketelitian Rahayu, seluruh siswa di kelas 5A selamat karena dilarang menyentuh makanan tersebut. Namun, Rahayu sendiri harus menanggung akibatnya.

Sekitar 30 menit setelah mencicipi tahu, ia mulai merasakan mual, pusing, hingga sesak napas akut.

Kualitas Bahan Makanan Buruk

Selain tahu berjamur, video tersebut juga memperlihatkan kondisi buah jeruk yang tampak kusam, memiliki bercak hitam, dan tidak segar. Pengunggah dalam video tersebut pun melayangkan kritik keras terhadap pihak penyedia makanan.

"Hapunten dangeukeun, kanggo pemberian MBG buat ke sekolah, sekiranya bulukan jangan dimasukin. Dilihat-lihat dulu tuh, ini bulukan tahu, (Maaf dengarkan, untuk pemberian MBG buat sekolah sekiranya berjamur jangan dimasukin, ini berjamur tahu)," tegas suara dalam video tersebut.

Dia menambahkan bahwa makanan yang sudah tidak higienis seperti itu seharusnya tidak dimasukkan ke dalam wadah makan siswa.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Puskesmas Simpenan, Reno Erdiansyah, membenarkan bahwa pasien atas nama Rahayu datang dengan gejala medis yang mengarah pada intoksikasi atau keracunan makanan.

"Pasien datang dengan keluhan medis seperti rasa kebas, mual, dan sesak napas, sehingga harus diberikan bantuan oksigen dan infus," jelas Reno.

Meski kondisinya sempat memburuk dengan keluarnya keringat dingin, Rahayu kini dilaporkan telah membaik dan memilih untuk menjalani pemulihan di rumah.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner