Tiga Destinasi Wisata Sejarah di Gorontalo, Cocok Dikunjungi di Akhir Pekan

6 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Kota Gorontalo tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang kuat dan menarik untuk dijelajahi.

Sejumlah destinasi wisata di daerah ini menawarkan pengalaman liburan yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga sarat nilai edukasi dengan biaya yang relatif terjangkau.

Danau Perintis

Diawali dengan Danau Perintis di Kabupaten Bone Bolango. Wisata ini menjadi salah satu destinasi unggulan yang memadukan keindahan alam dan nilai sejarah.

Danau ini terletak di Desa Boludawa dan Desa Huluduotamo, berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Sejak masa purbakala, danau ini telah berperan sebagai sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Hingga kini, fungsinya sebagai kantong air tetap menjadi penopang utama sistem irigasi warga.

Nama 'Perintis' yang merupakan akronim dari 'Perbaikan Ekonomi Rakyat Indonesia Timur' menegaskan peran strategis danau ini dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Suasana yang tenang dan panorama hijau menjadikan lokasi ini ideal untuk wisata keluarga sekaligus pembelajaran sejarah lokal.

Benteng Otanaha

Benteng Otanaha di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah perlawanan rakyat Gorontalo terhadap penjajahan Portugis.

Dari pusat kota, pengunjung dapat mencapai lokasi ini dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan kendaraan pribadi maupun bentor.

Untuk mencapai puncak benteng, pengunjung perlu menaiki ratusan anak tangga, namun perjalanan tersebut terbayar dengan panorama yang memukau.

Benteng yang dibangun pada abad ke-15 ini merupakan bagian dari tiga benteng pertahanan, yakni Otanaha, Otahiya, dan Ulupahu.

Dari atas bukit, pengunjung dapat menikmati pemandangan luas Danau Limboto dan Kota Gorontalo, terutama saat matahari terbenam.

Museum Pendaratan Soekarno

Di tepi Danau Limboto, tepatnya di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, berdiri Museum Pendaratan Soekarno yang menjadi salah satu cagar budaya penting di Gorontalo.

Bangunan ini dulunya merupakan rumah sederhana yang menjadi tempat singgah Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, saat pertama kali tiba di Gorontalo pada 1950 menggunakan pesawat amfibi.

Museum ini menyimpan berbagai artefak sejarah, termasuk foto dokumentasi dan lukisan yang menggambarkan momen kedatangan Bung Karno.

Halaman yang luas serta dermaga di tepi danau menambah daya tarik lokasi ini sebagai destinasi wisata edukasi.

Selain sebagai tujuan wisata, kawasan ini juga kerap menjadi pusat kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan agenda pariwisata daerah seperti Pesona Danau Limboto.

Dengan perpaduan keindahan alam, nilai sejarah, dan akses yang mudah, ketiga destinasi ini menjadi pilihan tepat untuk mengisi waktu libur akhir pekan.

Wisata sejarah di Gorontalo tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga memperkaya wawasan tentang perjalanan budaya dan identitas daerah.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner