Cerita Warga Manado Lari Keluar Rumah Hanya Mengenakan Handuk Saat Gempa Mengguncang

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Kamis pagi, aktivitas sejumlah warga Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) berjalan seperti biasa. Begitu juga dengan Vera, pegawai di Dinas Pendidikan Daerah Sulut.

Sebelum gempa magnitudo 7,6 mengguncang, dia masih berada di rumah. Bersiap untuk berangkat menuju tempat kerja.

"Saya mengunci pintu rumah, kemudian masuk ke kamar mandi. Namun beberapa saat kemudian, terdengar suara gemuruh," cerita Vera saat ditemui di kantornya, Kamis (2/4/2026) siang.

Setelah mengetahui bahwa suara gemuruh itu adalah guncangan gempa, tanpa berpikir panjang dia segera keluar dari kamar mandi. Dengan hanya mengenakan handuk, dia berhamburan keluar rumah.

"Hanya dengan handuk, yang saya pikirkan segera keluar dan memastikan berada di lokasi yang aman di depan rumah," tuturnya.

Sementara itu Jose, warga Kecamatan Tikala, Kota Manado, menuturkan bahwa pada saat kejadian gempa itu dia sedang dalam perjalanan ke Lapangan Sparta Tikala Manado untuk berolahraga pagi. Saat melintas di depan SD Negeri 02 Manado, dia merasa sepeda motor yang dikendarainya bergoyang.

"Saya mengira ban sepeda motor bagian belakang kempis sehingga sepeda motornya bergoyang. Saya turun dan mengecek, ternyata bannya normal," tutur Jose.

Saat berhenti di tepi jalan itu, dia merasakan guncangan semakin kuat. Bahkan hampir terjatuh dengan sepeda motornya. Pasa saat itu, Jose melihat puluhan kendaraan lain baik roda dua maupun roda empat berhenti di jalan raya.

"Ada warga yang teriak terjadi gempa bumi. Di situ baru saya tersadar ternyata ada gempa bumi," tuturnya.

Kejadian lebih dramatis dialami Riny Parlan, pemilik studio Pelangi di Kecamatan Sario Kota Manado. Saat terjadi gempa, dia sedang berada di lantai dua bangunan tersebut. Panik akibat guncangan gempa, dia memilih untuk lompat dari lantai dua gedung itu.

"Satu warga atas nama Riny Parlan, pemilik Studio Pelangi. Dia melompat dari lantai dua gedung itu, saat gempa mengguncang Kota Manado," ungkap Kapolresta Manado Kombes Pol Irhan Halid saat ditemui di kawasan KONI Sulut.

Irhan menjelaskan, korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado untuk mendapatkan penanganan medis. Korban disebut mengalami trauma.

"Tidak ada cedera fisik, hanya saja korban mengalami trauma," ujar Kapolresta Manado.

Dia menambahkan, korban lainnya adalah Herry Susanto yang juga tertimpa material bangunan runtuh di KONI Sulut. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Bahu Manado.

"Sudah mendapat perawatan, dan kembali ke rumah," ujarnya.

Selain dua korban cedera dan trauma, satu korban lainnya meninggal dunia adalah Deice Lahia (70). Korban meninggal tertimpa bagian bangunan KONI Sulut

"Korban bernama Deice Lahia, berusia 70 tahun," ujar Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner