Siswa Miskin yang Tadinya Tak Punya Harapan Kini Sukses Ukir Prestasi di Sekolah Rakyat, Olimpiade Matematika hingga Silat

2 weeks ago 21

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar soal kemenangan dalam lomba, melainkan cerminan dari perubahan mendasar yang dialami siswa Sekolah Rakyat.

“Ketika anak-anak mendapatkan rasa aman dan diperhatikan, mereka tumbuh,” ujar Gus Ipul. 

Ia menambahkan, sejak awal siswa Sekolah Rakyat dipetakan potensinya melalui pendekatan berbasis talenta. “Melalui pemetaan talenta, kami menemukan potensi yang sangat beragam. Ada yang kuat di bidang sains dan teknologi, ada yang menonjol di bidang sosial, dan ada pula yang berbakat di bidang bahasa,” katanya.

Sekolah Rakyat merupakan program inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dirancang secara gratis berasrama untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini kerap luput dari sistem pendidikan formal. Saat ini, Sekolah Rakyat telah tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota dengan total 166 titik sekolah.

Sebagian besar siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan tingkat kerentanan ekonomi tinggi. Sekitar 60 persen orang tua siswa bekerja di sektor informal dengan penghasilan tidak tetap, dan 67 persen keluarga berpenghasilan di bawah Rp 1 juta per bulan. Banyak di antara siswa tersebut sebelumnya mengalami putus sekolah, bahkan belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Gus Ipul menyebutkan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membangun ekosistem perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan. Anak-anak mendapatkan pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pembinaan karakter, serta pendampingan psikososial. Pendekatan ini, menurut dia, menjadi fondasi penting bagi munculnya prestasi dan keberanian siswa untuk bermimpi lebih tinggi.

“Sekolah Rakyat dirancang agar anak-anak tidak berhenti di bangku sekolah, tetapi memiliki peluang melanjutkan pendidikan atau meniti masa depan yang lebih baik sesuai minat dan bakatnya,” ujar Gus Ipul.

Pemerintah berharap, capaian prestasi para siswa Sekolah Rakyat ini menjadi penanda awal bahwa pendidikan yang inklusif dan berkeadilan mampu membuka ruang mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga paling miskin, sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam menyiapkan masa depan mereka.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner