Dipicu Hal Sepele, Belasan Anak di Bawah Umur di Cimahi Terlibat Adu Bacok

7 hours ago 2

Liputan6.com, Cimahi - Sejumlah anggota kelompok bermotor di Kota Cimahi terlibat aksi brutal saling serang hingga pembacokan. Mayoritas yang ditangkap polisi masih tergolong anak di bawah umur. 

Kejadian ini viral di media sosial. Beberapa di antaranya bahkan terlihat memegang sajam jenis parang atau celurit berukuran panjang.

Insiden brutal ini terjadi di kawasan Cibeureum, Jalan Amir Machmud, perbatasan antara Kota Cimahi dan Kota Bandung, Minggu dini hari (5/4/2026) lalu.

Kapolres Cimahi, Niko N. Adi Putra menyampaikan, diduga ada lebih dari 100 orang yang terlibat aksi saling serang itu.

Semantara, video yang tersebar ke publik hanya memperlihatkan sepenggal peristiwa saat salah seorang anggota kelompok tertinggal dan menjadi bulan-bulanan anggota kelompok lainnya.

“Mereka rata-rata berbonceng dua sampai tiga, diperkirakan pelaku lebih dari 100 orang, kami masih mendata,” katanya di Mapolres Cimahi, Rabu (15/4/2026).

Sementara ini, polisi telah menangkap 20 orang. Dari jumlah itu, 18 orang di antaranya masih anak di bawah umur. Niko menyebut, ratusan orang yang terlibat aksi brutal itu merupakan gabungan dari sejumlah komunitas seperti  Warci (Warung Ciroyom), Warkam (Warung Kamling), Baskot (Batas Kota) dan Destroyer. 

“Ribut saling ejek dengan korban yang tergabung dalam klub Lapendos (Laki-laki Penuh Dosa),” kata Niko.

Menurut polisi, kejadian brutal itu dipicu aksi saling ejek di antara mereka.

“Kelompok Warci ini tidak terima dan janji untuk menyerang terhadap Lapendos. Korban yang saat itu tertinggal dari kelompoknya mengalami  perbuatan penganiayaan atau pengeroyokan. Sampai saat ini korban masih dirawat,” katanya.

Mereka rata-rata berbonceng 2 sampai 3, kami masih mendata kemungkinan pelaku lainnya, diperkirakan pelaku lebih dari 100 orang.

Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, rombongan pelaku disebut mencapai puluhan kendaraan.

“Ada sekitar 40 sepeda motor dengan jumlah orang diperkirakan lebih dari 100. Artinya, pelaku yang diamankan saat ini hanya sebagian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, polisi juga menemukan fakta bahwa enam dari 12 pelaku yang ditangkap merupakan buronan dalam kasus serupa yang sebelumnya terjadi di wilayah Margaasih, Kabupaten Bandung. Untuk kasus di Margaasih sendiri, aparat telah lebih dulu mengamankan 19 orang pelaku. 

“Saat ini masih kami lakukan upaya pendalaman, ini pastinya akan berkembang,” tegas Niko.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner