Cerita Guru di Bojonegoro Lari 4 Kilometer ke Sekolah Demi Hemat BBM

2 hours ago 1

Liputan6.com, Bojonegoro - Ahmad Zaki, seorang guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di salah satu sekolah di Bojonegoro menjadi viral usai menjadi bahan perbicangan banyak orang. Bagaimana tidak, guru yang juga atlet lari mataron tingkat nasional itu membagikan video dirinya berlari menuju sekolah tempatnya mengabdi demi menghemat BBM. Bahkan tak hanya berangkat, pulangnya juga berlari.

Jarak yang ditempuh Ahmad Zaki untuk bisa sampai ke sekolah tempatnya mengajar sekitar 4 kilometer yang ditempuh dengan berlari. Dengan seragam guru lengkap, Ahmad Zaki berlari sambil menjelaskan tempat-tempat yang dia lalui.

"Alhamdulillah sampai di sekolah dengan selamat, mantap, semangat, jangan mudah menyerah," katanya.

Tak hanya saat berangkat, saat pulang sekitar pukul 13.30 WIB, dirinya kembali berlari sampai ke rumah di tengah terik matahari.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewanti-wanti masyarakat untuk bijak menggunakan BBM dan gas LPG, dan tidak melakukan pembelian berlebihan demi menjaga stabilitas pasokan energi daerah.

"Berdasarkan pemantauan kami bersama pihak terkait, stok LPG di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying. Gunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan," katanya.

Khofifah menyebutkan akan terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan distribusi energi berjalan lancar, tepat sasaran, serta terhindar dari praktik spekulasi.

Menurut Khofifah, stabilitas pasokan LPG dan BBM menjadi prioritas Pemprov Jatim dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat, khususnya rumah tangga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, hingga nelayan sebagai pengguna utama energi subsidi.

Oleh karena itu, pengawasan distribusi terus diperketat untuk memastikan penyaluran tetap merata dan tepat sasaran, serta mencegah penimbunan maupun permainan harga oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Pemprov Jatim juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) V Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Jatimbalinus, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, serta Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI/Polri) melalui satuan tugas (satgas) pangan.

“Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan secara intensif. Kami ingin memastikan distribusi LPG berjalan lancar, merata, dan tepat sasaran, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan LPG, khususnya tabung 3 kilogram,” ujarnya.

Sebagai penguatan tata kelola distribusi, Pemprov Jatim menerbitkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025 tentang Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian Liquified Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.

Tim tersebut memiliki tugas strategis, antara lain melakukan sosialisasi, koordinasi dengan pemerintah daerah, pembinaan dan pengawasan distribusi, serta evaluasi penggunaan LPG subsidi agar tepat sasaran.

Selain itu, tim juga memonitor penggunaan LPG yang masih ditemukan pada sejumlah sektor usaha seperti hotel, restoran, kafe, binatu, jasa pengelasan, peternakan, hingga usaha tani tembakau, serta mendorong penggunaan LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram hingga 50 kilogram.

“Kami ingin memastikan bahwa distribusi LPG 3 kilogram ini tepat sasaran. Karena LPG subsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga harus kita jaga bersama agar tidak disalahgunakan,” ujar Khofifah.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner