Respons Sekolah saat Program MBG Mendadak 'Libur Sementara'

14 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kota Makassar dilaporkan terhenti dalam beberapa hari terakhir. Penghentian tersebut diduga berkaitan dengan tidak beroperasinya beberapa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini memasok makanan ke sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah sekolah dasar yang sebelumnya rutin menerima MBG kini tidak lagi mendapatkan pasokan. Di antaranya SD Inpres Batua 1, SD Inpres Batua 2, SD Inpres Tello Baru 2, dan SD Inpres Tello Baru 3.

Kepala SD Inpres Batua 1, Hijrah, mengatakan distribusi MBG ke sekolahnya berhenti setelah masa libur Idul Adha. Hingga saat ini suplai MBG itu pun belum kembali disalurkan.

"Setelah libur lebaran itu sudah tidak ada lagi masuk makanan. Kalau tidak salah sejak 26 Mei," kata Hijrah, Kamis (11/6/2026).

Menurut Hijrah, penghentian pasokan sebenarnya pernah terjadi sebelumnya. Namun saat itu sekolah masih dapat menerima layanan karena dialihkan ke dapur SPPG lain.

"Dulu pernah juga berhenti sementara, tetapi kemudian dialihkan ke SPPG lain sehingga distribusi kembali berjalan normal. Untuk yang sekarang belum ada kepastian kapan akan kembali beroperasi," bebernya.

Dia mengaku para siswa mulai mempertanyakan kelanjutan program tersebut karena selama ini sudah terbiasa menerima makanan dari program MBG.

"Anak-anak sering bertanya kapan MBG kembali ada. Kami hanya bisa menunggu informasi selanjutnya," tuturnya.

Pihak sekolah, lanjut Hijrah, menerima pemberitahuan penghentian sementara dari pihak SPPG melalui pesan elektronik pada 2 Juni 2026.

"Isi informasinya hanya menyebutkan penghentian sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Belum ada penjelasan lebih lanjut," katanya.

Penghentian distribusi MBG tidak hanya terjadi di tingkat sekolah dasar. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah menengah pertama.

Salah seorang orang tua siswa SMP Negeri 21 Makassar di kawasan Minasa Upa, Ifan, mengatakan informasi penghentian program disampaikan melalui grup WhatsApp orang tua siswa.

"Informasi yang kami terima diteruskan guru ke grup orang tua. Disebutkan ada kendala teknis operasional sehingga distribusi makanan dihentikan sementara," ujarnya.

Dalam pemberitahuan tersebut disebutkan penghentian layanan mulai berlaku sejak 8 Juni 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Kendala yang terjadi diduga berkaitan dengan operasional dapur dan proses penyediaan makanan.

"Sejak Senin lalu anak-anak sudah tidak menerima MBG," kata Ifan.

Terpisah Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Makassar, Handayani enggan berspekulasi banyak. Ia hanya menyebut bahwa ada 25 SPPG atau dapur MBG yang dihentikan sementara operasinya karena masalah instalasi pengolahan air lombah (IPAL).

"25 (SPPG) suspend ipal. Kalau ada wawancara lanjutan bisa langsung ke ibu kabiro humas," ucapnya singkat saat dikonfirmasi terpisah.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner