Kesaksian Warga Sukabumi Lawan Geng Motor Bawa Celurit Lukai 3 Pelajar

14 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Sekelompok geng motor bersenjata tajam menyerang tiga pelajar yang sedang nongkrong di Kampung Pamuruyan RT 04/01, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Akibat serangan brutal yang terjadi tiba-tiba itu, ketiga korban mengalami luka parah hingga bersimbah darah.

Polisi memburu komplotan pelaku yang melarikan diri. Andi, seorang saksi mata di lokasi, menceritakan, para pelaku datang menggunakan sepeda motor matik dan sengaja menggesekkan celurit mereka ke aspal untuk menakut-nakuti warga pada Kamis malam (11/6/2026).

"Remaja gitu, pakai motor matik. Langsung bawa celurit, dimainin ke aspal. Langsung menuju ke atas, nah lagi nongkrong langsung dibacokin," tutur Andi, Jumat (12/6/2026).

Pelaku diduga beraksi secara bergerombol. Warga setempat sebenarnya sempat menangkap pelaku, namun mereka berhasil melepaskan diri.

"Satu motor matik, celurit panjang tadi. Sempat ditangkap, cuma lepas lagi," katanya.

Aksi keji ini memicu perlawanan dari warga lain, yang juga bernama Andi. Pria pemilik bengkel ini tanpa rasa takut mengejar pelaku hingga ke area sungai karena menduga ada tawuran.

"Saya lagi di bengkel sendirian. Ada orang bawa celurit, saya pikir pasti ada yang tawuran. Celuritnya dikasih ke temannya yang lari dari motor, langsung saya kejar ke sungai," jelas dia.

Dalam pengejaran itu, Andi bahkan sempat diancam akan dibacok oleh pelaku. Perkelahian sempat terjadi hingga pakaian Andi robek.

"Dia menantang saya, 'mau dibacok?'. Saya pegang dia, sampai baju saya sobek," tambahnya.

Sementara itu, suasana penuh kepedihan terlihat di IGD RSUD Sekarwangi saat keluarga korban tiba. Ketua RW 01 Desa Cisarua, Maman, mengaku sangat terkejut karena wilayahnya selama ini sangat aman.

"Selama saya menjabat 1,5 tahun, baru kali ini ada kejadian seperti ini," kata Maman yang mengonfirmasi bahwa salah satu korban adalah warganya.

Anggota Polsek Nagrak, Bripka Rizal Ardyanto, menyatakan bahwa polisi telah mensterilkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang tertinggal. Ketiga korban diketahui masih berusia belasan tahun dan berstatus pelajar.

"Para korban mengalami luka robek di kepala akibat hantaman benda tumpul, serta luka bacok di tangan kiri dan kaki. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam," singkat Rizal.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner