Liputan6.com, Jakarta - Johnsony Maharsak Lumban Tobing, pencipta mars perjuangan 'Darah Juang' yang selalu dinyanyikan di tiap aksi mahasiswa, meninggal dunia. Pria karib disapa John Tobing (60) mengembuskan napas terakhir di RSA UGM, pukul 20.45 WIB.
Wartawan senior yang juga sahabat John, Yudah Prakoso, mengabarkan almarhum meninggal dunia setelah dua bulan terakhir menjalani perawatan intensif akibat stroke dan pneumonia.
"Di ruang ICU tempat ia berjuang melawan sakit, tubuhnya mungkin melemah. Namun bagi banyak orang, nyala yang pernah ia hidupkan tak pernah benar-benar redup," kata Yudah, Kamis (26/2/2026).
John Muda Aktif Dalam Gerakan Kampus
John Tobing lahir di Binjai, Sumatera Utara, 1 Desember 1965. Ia datang ke Yogyakarta sebagai mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM). Di kampus inilah jalan hidupnya bertaut erat dengan sejarah perlawanan mahasiswa terhadap rezim Orde Baru.
Sebagai mahasiswa, John dikenal aktif dalam gerakan kampus dan jejaring mahasiswa lintas kota. Ia pernah terlibat dalam kepengurusan organisasi mahasiswa, menjadi bagian dari konsolidasi aksi-aksi besar, dan berdiri di barisan depan saat gelombang kritik terhadap kekuasaan semakin ditekan.
Di tengah suasana represi, penangkapan aktivis, pembredelan pers, hingga kekerasan aparat terhadap demonstran, John memilih satu jalan. Melawan dengan suara dan lagu.
Lagu Darah Juang dan Semangat Perjuangan John Tobing untuk Bangsa
Nama John Tobing akan selalu lekat dengan lagu 'Darah Juang', sebuah komposisi yang kemudian menjelma menjadi himne gerakan mahasiswa dan rakyat. Lagu itu lahir dari kegelisahan kolektif atas ketidakadilan, penggusuran, kekerasan negara, dan pembungkaman kebebasan sipil pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an.
"Lirik dalam Darah Juang bukan sekadar barisan kata, melainkan potret nyata penderitaan rakyat. Saat John menuliskan baris 'Bunda relakan darah juang kami...', ia sedang menyuarakan jeritan hati ribuan mahasiswa yang siap turun ke jalan, meninggalkan zona nyaman demi melawan penindasan," tutur Yudah.
Sejak pertama kali dinyanyikan dalam forum-forum mahasiswa, Darah Juang menyebar cepat dari kampus ke kampus, dari kota ke kota. Lagu itu dinyanyikan dengan tangan saling bertaut, dalam lingkaran solidaritas, di tengah barisan demonstrasi yang berhadapan dengan barikade aparat.
"Liriknya sederhana namun menggugah, tapi menegaskan bahwa perjuangan adalah soal keberanian, kebersamaan, dan kesediaan berkorban," lanjutnya.
Nama John Tobing Selalu Hidup dalam 'Darah Juang'
Bagi Yudah, yang sudah mengenal John Tobing sejak tahun 2000, setiap kali barisan demonstrasi kembali menyanyikan Darah Juang, nama John akan hidup. Setiap kali mahasiswa baru belajar tentang sejarah perlawanan dan bertanya dari mana lagu itu berasal, kisah tentang seorang mahasiswa filsafat yang memilih bersuara di tengah represi akan kembali diceritakan.
John Tobing telah menunaikan bagiannya dalam sejarah. Memberi nyali pada yang takut, memberi lagu pada yang marah, dan memberi harapan pada yang hampir putus asa. Lewat lagu 'Darah Juang', John mewariskan semangat perlawanan atas ketidakadilan untuk generasi muda.
"Namun warisannya tak akan terkubur bersama tubuhnya," tutupnya.

22 hours ago
10
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506177/original/056520100_1771409863-Screenshot_2026-02-18-16-35-53-36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3942720/original/092164600_1645581895-glen-carrie-kRw0Kn4D8YE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514623/original/023780000_1772097662-John_Tobing_dan_Afnan_Malay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511854/original/021153700_1771918936-mbg8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514669/original/093295800_1772099387-Tangkapan_layar_rekaman_video_viral_kunjungan_Wakil_Kepala_Bidang_Operasional_BGN__Sony_Sonjaya_ke_SPPG_yang_dibantah_bukan_milik_Gubernur__Rahmat_Mirzani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514719/original/002107400_1772102114-1000601182.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514691/original/087862300_1772100457-IMG-20260226-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/826780/original/062578300_1426130957-20140504022234067.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514519/original/023167200_1772092843-Salinan_Foto_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514521/original/011345800_1772092868-309884.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514203/original/079216300_1772083355-rsud_yowari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4090566/original/048504400_1657938268-ilustrasi_penemuan_mayat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514455/original/003665300_1772090911-252762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431689/original/029158200_1764745315-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4009429/original/017937800_1651117586-20220428-Mudik-Gratis-Kementerian-Perhubungan-Dirjen-Perhubungan-Darat-fanani-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513919/original/054602200_1772076869-1000601166.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513879/original/091814800_1772074967-Potongan_video_WN_Ukraina_diduga_diculik_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4002342/original/071823600_1650541238-20220421_173113.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513266/original/057747700_1772008140-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_15.17.01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513619/original/033020000_1772033880-1000845921__1_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418052/original/003419900_1763573564-longsor_di_sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449331/original/009128300_1766054298-1000846788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406943/original/047368300_1762652163-DISHUB_PERIKSA_KONDISI_TRUK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409124/original/090705800_1762847004-1001169628.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405402/original/021689900_1762479257-pegiat_lingkungan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426036/original/098950800_1764250071-Mendagri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413852/original/010084600_1763203332-IMG_8060__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5276590/original/081825200_1751957181-20250708-Banjir-ANg_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365736/original/041722900_1759205212-IMG-20250930-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449480/original/029142300_1766063506-Ayah_Prada_Lucky_Namo__Pelda_Chrestian_Namo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448872/original/089550000_1766041751-IMG_20251218_112507_767.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448059/original/065762900_1765978898-Bengkel_motor_Fausul_di_Pulau_Mandangin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447862/original/001021800_1765966130-Batu_Nusuk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448567/original/067225600_1766033308-1000630000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977999/original/017889900_1648530540-PMI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449346/original/079160500_1766055185-Kepala_Bulog_Kalteng_Budi_Sultika.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418155/original/099953500_1763607580-Tangkapan_Layar_Video_Pelajar_Jatuh.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448993/original/011330600_1766044717-IMG-20251217-WA0381.jpg)