Cerita Kakek dan Nenek Sragen Temukan Dompet Minta Imbalan Tidak Terduga

1 day ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga, nampaknya tepat menggambarkan situasi yang dialami Ahmad Bahtu, warga Dukuh Sendang Palang RT 04, Desa Ngargotirto, Kec Sumberlawang Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Dompetnya hilang saat dia bersama istri belanja di Alfamart. Setelah diusut, ternyata dompetnya jatuh dan ditemukan nenek Sukini. Namun dompet itu tidak gratis dikasih. Sukini meminta imbalan Rp 1.000.000 kepada Ahmad Bahtu.

"Pada Minggu 7 Juni 2026 sekitar 14.30 WIB Ahmad Bahtu bersama istri dan anaknya berbelanja di Alfamart Desa Mojopuro Kecamatan Sumberlawang. Sebelum masuk ke minimarket mengecek dompetnya. Ketika akan bertransaksi pembayaran, Ahmad Bahru terkejut dompetnya hilang," kata Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Berbekal CCTV minimarket dan keterangan warga, dompet tersebut ternyata ditemukan oleh penjual siomay Sukini dan suami Darmo Sasmoyo Suyat. Ahmad Bahru kemudian mendatangi Sukini untuk mengambil dompet.

"Suami istri tersebut meminta jasa penemuan pertama sebesar Rp 1.000.000. Karena dengan alasan tidak memiliki uang, sehingga Ahmad Bahru mengambil inisiatif memberi uang tunai Rp 400.000 di dompet diberikan ditambah uang Rp 10.000," lanjutnya.

Namun tawaran tersebut ditolak Sukini. Lansia tersebut bersikukuh meminta tambahan jasa pengembalian Rp 500.000. Setelah debat panjang, Sukini akhirnya membawa dompet namun menyerahkan empat kartu milik Ahmad Bahru, yaitu KTP, BPJS, kartu karyawan PT Adhi Karya dan kartu Keluarga Sejahtera.

Kasus ini ditangani oleh Polsek Sumberlawang. Polisi kemudian mendatangi rumah Sukini di Dukuh Sumber RT 01 Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang.

"Karena belum ada kesepakatan sehingga dompet yang ditemukan masih Sukini simpan. Dan ketika pulang ke rumah, dompet yang taruh di atas gerobak siomay terjatuh di jalan," tutur Sudarmaji.

Polisi kemudian bergeser ke rumah Ahmad Bahru. Hasil pendalaman diketahui di dompet tersebut masih berisi STNK.

"Tidak ada kesepakatan antara dirinya dan ibu Sukini serta pertimbangan mengetahui kondisi mental ibu Sukini dan kondisi ekonominya sehingga hanya diberikan empat lembar kartu identitasnya," bebernya.

Ahmad Bahru akhirnya mengiklaskan uang dan dompetnya setelah mengetahui kondisi mental dan ekonomi Sukini.

"Bahkan dirinya sudah menghapus video yang telah dia upload di group Facebook IWS Sragen," pungkasnya.

Reporter: Merdeka.com/Arie Sunaryo

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner