Waspada El Nino dan Puntung Rokok, Ini Daerah-Daerah Rawan Kebakaran Hutan di Jateng

8 hours ago 3

Liputan6.com, Semarang - Intensitas hujan mulai turun, warga Jawa Tengah diingatkan potensi kebakaran yang disebabkan keteledoran seperti membuang puntung rokok. Tindakan sepele bentuk tidak tanggungjawab dan abai kebersihan juga bisa memicu kebakaran.

Ditambah saat ini intensitas hujan mulai menurun disertai suhu udara yang kian terik menyebabkan kondisi tanah dan vegetasi perlahan mengering. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah dengan karakteristik lahan kering dan tutupan vegetasi yang mudah terbakar.

Polda Jawa Tengah mulai meningkatkan kesiapsiagaan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama musim kemarau berlangsung hingga puncaknya bulan Agustus 2026 mendatang.

"Laporan yang cepat akan sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan secara tepat dan cepat," ucap Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto, di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (1/4/2026).

Sebagai antisipasi Polda Jawa Tengah mengintensifkan patroli di wilayah rawan karhutla, juga melakukan pemetaan daerah rawan titik api serta penguatan koordinasi lintas sektor bersama instansi terkait, termasuk unsur kehutanan dan penanggulangan bencana.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Hindari membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan," tambahnya.

Kawasan dengan dominasi hutan jati dan lahan kering seperti di Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, Kabupaten Grobogan, serta Kabupaten Pati kerap menjadi wilayah yang lebih dahulu mengalami kekeringan. Daun jati yang mengering saat kemarau menjadi bahan bakar alami yang mudah tersulut api, terlebih saat disertai angin kencang.

Selain itu, wilayah selatan seperti Kabupaten Wonogiri juga memiliki potensi kerawanan, khususnya pada kawasan perbukitan dan lahan terbuka dengan vegetasi semak yang cepat mengering. Di beberapa kawasan hutan dan lereng pegunungan, kebakaran juga kerap dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran sampah, pembukaan lahan dengan api, maupun kelalaian penggunaan api di ruang terbuka.

Langkah antisipasi di musim kemarau juga dilalukan pemerintah Kota Semarang. Selain menyiapkan air satu juta liter, Pemkot juga awasi daerah rawan kebakaran. Banyaknya pengendara yang membuang puntung rokok di tepi jalan juga berpotensi memicu kebakaran yang bisa merembet ke pemukiman penduduk. Kebakaran di lahan kosong seperti wilayah Mijen, Gunungpati, Ngaliyan, dan Tembalang.

Setiap musim kemarau, petugas Dinas Kebakaran di kota Semarang, rata-rata menangani 200 lebih kejadian kebakaran, naik 30-40% dibanding musim hujan.

Selain langkah tersebut, sejumlah pesan imbauan juga sudah beredar di tengah-tengah warga kota Semarang terkait prosedur antisipasi menghadapi El Nino Godzilla yang dapat mengancam jiwa siapapun, tak terkecuali mereka yang dalam kondisi sehat.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner