Viral Siswi di Gowa Jadi Korban Perundungan, Dijambak hingga Jilbab Terlepas

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video pendek yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap seorang siswi di depan pesantren di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, viral di berbagai platform media sosial. Video yang melibatkan sejumlah pelajar perempuan itu diketahui terjadi pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.

Dalam video yang beredar, korban tampak dijambak hingga tersungkur ke tanah. Jilbab korban juga ditarik hingga terlepas saat aksi kekerasan berlangsung. Para siswi yang menjadi pelaku juga terlihat tersenyum sumringah saat melakukan aksinya.

Ironisnya, sejumlah remaja yang berada di lokasi justru merekam kejadian tersebut, sementara satu siswi lainnya terlihat berusaha melerai. Korban sendiri hanya bisa menangis tanpa bisa memberikan perlawanan.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gowa, iPda Nida Hanifah Djarnaji membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku pihaknya saat ini telah melakukan penyelidikan terkait kejadian itu.

"Penanganan kasus perundungan yang saat ini sedang viral di medsos, kejadiannya hari Rabu 13 Mei 2026 sekira pukul 13.30 WITA terjadi tindak pidana kekerasan terhadap anak secara bersama-sama di Kecamatan Bajeng," kata Nida kepada wartawan, Senin (18/5/2026) malam.

Dari hasil penyelidikan itu, lanjutnya, pihak kepolisian telah berhasil mengungkap identitas korban. Dia diketahui merupakan seorang siswi yang masih duduk di bangku SMP berinisial NR (12).

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga telah berhasil mengamankan sejumlah siswi yang diduga melakukan perundungan kepada korban. Mereka masing-masing berinisial HI (12), AS (15), APA (13), NA (14), IF (13), dan SD (13).

"Berdasarkan video yang viral ada lima orang yang kami amankan. Perannya masih didalami," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga aksi perundungan dipicu persoalan kesalahpahaman antarpelajar. Korban diduga mengucapkan ucapan yang menyinggung salah satu dari terduga pelaku.

"Motifnya diduga karena kesalahpahaman akibat adanya ucapan yang tidak menyenangkan. Itu hasil pemeriksaan sementara penyidik," jelasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner