Terombang-ambing 5 Hari, Penumpang KMP Mutiara Persada Frustrasi dan Mengamuk ke Ruang Nakhoda

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Viral video puluhan penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Persada III menggelar aksi protes di tengah laut. Mayoritas penumpang merupakan sopir truk logistik yang kesal karena kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin hingga terombang-ambing selama berhari-hari di perairan Lampung Selatan.

Berdasarkan video diterima Liputan6.com, para penumpang tampak berkumpul di dek luar kapal hingga mendatangi ruang nakhoda untuk meminta penjelasan dan kepastian dari kru kapal maupun petugas keamanan.

Dalam video tersebut, suasana di atas kapal terlihat cukup tenang meski diselimuti rasa cemas. Sejumlah penumpang tampak duduk di sisi dek sambil memandangi laut, sementara lainnya berdiri di pagar pembatas kapal memantau situasi sekitar.

Cuaca terlihat mendung dengan hembusan angin laut cukup kencang. Pelampung keselamatan berwarna oranye tergantung di sisi kapal, menambah kesan siaga di tengah kondisi darurat akibat gangguan mesin yang membuat kapal tak dapat melanjutkan pelayaran.

Meski tidak terlihat kepanikan, para penumpang mulai frustrasi karena harus bertahan di tengah laut tanpa kepastian. Persediaan makanan dan air bersih di kapal pun disebut mulai menipis.

“Kami ini bawa barang, bawa muatan. Berhari-hari di sini enggak ada kejelasan, makan minum kami bagaimana?” ujar salah satu penumpang dalam video sambil memprotes kru kapal.

Tak hanya menyampaikan protes di dek kapal, beberapa perwakilan penumpang juga mendatangi ruang kemudi untuk meminta penjelasan langsung dari nakhoda terkait kendala teknis yang membuat kapal berhenti berlayar.

Salah satu sopir truk sekaligus penumpang kapal, Momo, mengatakan KMP Mutiara Persada III berangkat dari Pelabuhan Cigading, Banten menuju Pelabuhan Panjang, Lampung pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Namun saat melintas di sekitar Pulau Sebuku, Lampung Selatan, kapal mengalami gangguan mesin.

“Ada trouble mesin. Sempat dibenerin dan jalan lagi, tapi setelah lewat Pulau Sebuku trouble lagi,” kata Momo saat dihubungi, Selasa (19/5).

Menurut dia, kru kapal sempat beberapa kali melakukan perbaikan di tengah laut. Bahkan sejumlah penumpang ikut turun ke ruang mesin untuk melihat kondisi kapal secara langsung.

“Di kapal itu sempat ada aksi protes karena penumpang minta kepastian,” lanjutnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner