Cerita Empat Staf KONI NTT Tiba-tiba Dipecat, Gubernur Buka Suara

1 hour ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Maria Goreti Kara, Suyani Sinlae, Yasinta Sanggu Doa dan David Hadjoh diberhentikan secara mendadak, setelah lebih dari satu dekade mengabdikan diri untuk memajukan dunia olahraga di Nusa Tenggara Timur (NTT). Empat staf Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT itu kini menyandang status sebagai mantan pegawai, usai diputuskan hubungan kerja secara sepihak. Langkah ini pun memicu perdebatan publik, antara alasan penyegaran organisasi atau dugaan kepentingan politik yang tersembunyi di balIKNya.

Di ruang-ruang kantor KONI NTT, nama-nama tersebut bukan wajah asing. Maria telah mengabdi selama 22 tahun sebagai pembantu bendahara, menyaksikan pergantian pimpinan dan dinamika organisasi dari waktu ke waktu.

Suyani Sinlae, yang selama 15 tahun menangani administrasi dan organisasi bahkan pernah mengharumkan nama daerah sebagai atlet kempo di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2000 dan 2004. Ada pula Yasinta Sanggu Doa dengan masa bakti 14 tahun, serta David Hadjoh yang selama lima tahun menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kantor.

Suyani, yang akrab disapa Yani, mengaku sempat bertanya kepada pimpinan tentang alasan di balik keputusan berat itu. Namun jawaban yang diterima justru membuatnya bertambah bingung.

“Waktu itu kami tanya apa alasannya, tetapi mereka tidak menjawab. Mereka bilang alasan itu tidak bisa mereka sampaikan,” ungkap Yani dengan nada kecewa, saat ditemui di Kupang, Senin (18/5/2026).

Yang membuat situasi ini semakin hangat adalah dugaan bahwa pemecatan ini sarat politis. Menurut penuturan keempat mantan staf itu, posisi mereka kini diduga diisi oleh orang-orang yang memiliki kedekatan khusus dengan Gubernur NTT sekaligus Ketua Umum KONI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Bahkan, disebutkan bahwa wajah-wajah baru itu adalah kader Partai Golkar hingga tim sukses saat Laka Lena masih menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

“Mereka sendiri juga menceritakan bahwa mereka bekerja di Golkar dan ada yang menjadi tim sukses Abang Melki semasa masih DPR,” tambah Yani.

Awalnya, beredar kabar bahwa KONI NTT hanya akan menambah jumlah staf baru. Namun kenyataan pahit yang terjadi adalah penambahan itu dilakukan dengan cara memotong masa kerja mereka yang sudah berpengalaman puluhan tahun.

Bagi Maria, keputusan itu terasa sangat tidak adil. Ia menerima gaji sebesar Rp 2,4 juta per bulan, setara upah minimum provinsi, dan selalu melaporkan kinerjanya setiap tahun ke Dinas Pemuda dan Olahraga. Selama mengabdi, ia mengaku tak pernah mendapat catatan buruk atau temuan kesalahan kerja.

“Selama ini tidak pernah ada temuan apapun. Jadi setiap tahunnya itu kami terus laporan kinerja di Dispora sejak dulu hingga saat ini,” tegas Maria.

Dampak pemecatan ini juga terasa berat bagi David Hadjoh. Sebagai staf kebersihan, gajinya menjadi tumpuan hidup istri dan ketiga anaknya. Kini, dia harus memutar otak mencari nafkah baru, di tengah keterbatasan keahlian dan usia yang tak lagi muda.

“Saya hanya rakyat biasa yang membiayai hidup keluarga dengan bekerja sebagai cleaning service. Apalagi saya kepala keluarga yang harus hidupkan tiga anak dan istri,” ujar David pasrah.

Tanggapan Gubernur NTT

Menanggapi gelombang protes dan tudingan publik, Emanuel Melkiades Laka Lena buka suara. Dia menepis keras anggapan bahwa pergantian staf didasari oleh kedekatan pribadi atau kepentingan politik. Bagi Laka Lena, langkah yang diambil murni demi kebaikan organisasi.

“Mau dekat atau jauh, yang penting kalau dia bagus kerjalah. Intinya siapapun yang bagus masuk dan mainkan,” tegas Laka Lena.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama pergantian adalah untuk melakukan penyegaran di tubuh KONI NTT agar lebih dinamis dan produktif. Politikus Golkar itu juga menyatakan bahwa dirinya hanya menjalankan proses yang sudah disiapkan oleh jajarannya.

“Saya hanya mendapatkan laporan untuk ada proses penyegaran itu saja. Saya proses, di bawah udah jalan. Jadi, saya bagian eksekusi saja,” jelasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner