Kronologi Pria Sesumbar Kebal Hukum Aniaya Pelajar SMA hingga Kaki Retak, Ada Korban Lain Tak Berani Lapor

2 days ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Nasib malang menimpa seorang pelajar SMA berinisial SA (16), warga Kabupaten Pesawaran, Lampung. Ia diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh seorang pria dewasa berinisial AS, yang menyerangnya menggunakan rantai kapal dan membawa sebilah golok tanpa sebab jelas.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Suka Banjar, Kecamatan Gedong Tataan, pada Rabu malam (14/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat kejadian itu, korban mengalami cedera serius pada kaki kanan hingga mengalami retak tulang dan kini kesulitan beraktivitas.

Ayah korban, EA, mengatakan kejadian bermula saat anaknya hendak menyusul teman-temannya yang sedang nongkrong di sebuah gang buntu yang biasa dijadikan tempat berkumpul remaja setempat.

“Baru sekitar 10 menit keluar rumah, anak saya sudah pulang diantar temannya. Katanya baru sampai, belum turun dari motor, tiba-tiba didatangi pelaku dan langsung dipukul,” ujar EA kepada Liputan6.com, Jumat (16/1/2026).

Saat itu, terduga pelaku mendatangi korban sambil membawa rantai kapal di kedua tangannya serta sebilah senjata tajam jenis golok.

Pelaku sempat menanyakan apakah korban dan teman-temannya sering nongkrong di lokasi tersebut. Setelah korban mengiyakan, pelaku langsung menyerang tanpa peringatan.

Korban dipukul menggunakan rantai kapal hingga terjatuh dari sepeda motornya. Pelaku bahkan sempat mencoba membacok dan hendak menimpa kepala korban dengan batu.

Beruntung korban berhasil melarikan diri meski kakinya sudah tidak bisa digerakkan.

“Anak saya lari, tapi akhirnya jatuh. Kakinya sudah bengkak parah seperti bantal guling,” kata EA kepada Liputan6.com, Jumat (16/1).

Korban kemudian ditolong oleh teman-temannya dan diantar pulang ke rumah. Setelah dilakukan pemeriksaan medis dan rontgen, diketahui korban mengalami cedera serius pada paha dan betis kanan, sehingga tidak dapat berjalan dan harus menggunakan kursi roda. Akibat kondisi tersebut, korban juga terpaksa tidak masuk sekolah.

EA mengungkapkan, setelah kejadian itu pihak keluarga sempat mendatangi pelaku untuk meminta pertanggungjawaban.

Namun pelaku justru mengeluarkan pernyataan menantang dan mengaku tidak takut dilaporkan ke aparat penegak hukum.

“Dia bilang, ‘Siapa yang berani ngelawan Andi Saat ini? Lapor ke polisi, ke polres, ke kepala dusun, saya tidak takut.’ Seolah-olah merasa kebal hukum,” ungkapnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner