Datang Naik Pesawat Pulang Bawa Emas, Jambret Lintas Provinsi di Batam Terbongkar

12 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pola kejahatan terencana dengan skema datang–beraksi–kabur akhirnya terungkap. Seorang pria berinisial MED (25), bolak-balik Palembang–Batam untuk melakukan penjambretan, berhasil diringkus Tim Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang di tempat persembunyiannya di Palembang, Sumatera Selatan.

Berbeda dari pelaku kejahatan pada umumnya, MED diduga sengaja datang ke Batam hanya untuk berburu korban. Setelah mendapatkan hasil, ia memesan tiket pesawat dan kembali ke kampung halamannya.

“Pelaku ini merupakan pelaku luar kota. Modusnya datang ke Batam hanya untuk melakukan aksi kejahatan. Setelah beraksi, dia langsung kembali ke Palembang,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang Debby Tri Andrestian di Mapolresta Barelang, Kota Batam, Selasa (3/3/2026).

Pola aksi MED terbilang rapi. Dia memilih kawasan ramai seperti area Golden Prawn untuk mengamati calon korban, terutama perempuan yang mengenakan perhiasan mencolok. Setelah memastikan target, pelaku membuntuti hingga menemukan jalan yang sepi.

Aksi terakhirnya terjadi pada 22 Februari 2026 di Kampung Tua Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong. Seorang wanita yang baru pulang bertemu rekannya menjadi korban. Di tengah perjalanan, motor pelaku memepet dan menarik paksa gelang emas 60 gram dari tangan korban.

Tarikan keras membuat korban terjatuh dan mengalami luka-luka. Kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Hasil penyelidikan mengungkap MED bukan pemain baru. Sejak 2023, ia tercatat telah lima kali beraksi di wilayah Bengkong. Menyebabkan para korban rugi mulai Rp 1,9 juta hingga puluhan juta rupiah.

Dalam salah satu kejadian sebelumnya, aksi brutal pelaku bahkan menyebabkan seorang perempuan yang sedang menggendong anak berusia empat tahun terjatuh ke aspal.

Saat ditangkap, polisi mengamankan iPhone XR, jaket Adidas, sepatu, tas selempang, dompet, rekaman CCTV, serta uang tunai Rp12 juta yang diakui sebagai sisa hasil penjambretan.

Kepada penyidik, MED mengaku uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar kontrakan.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner