Rawan Longsor, Jalur Baru Clongop Gunungkidul Terus Dimitigasi Jelang Arus Mudik 2026

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur kawasan perbukitan di Kapanewon Gedangsari kembali memicu longsor di jalur Tanjakan Clongop, Kabupaten Gunungkidul. Material tanah dan batu dari tebing setinggi puluhan meter longsor dan menutup sebagian badan jalan yang menjadi jalur penghubung antara Gunungkidul dan Klaten, Jawa Tengah.

Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Senin, 3 Maret 2026. Sejumlah petugas bersama pekerja terlihat sibuk membersihkan material longsoran yang menutup jalan. Mereka memecah batu menggunakan jack hammer, sementara satu unit alat berat diturunkan untuk mempercepat proses pembersihan agar jalur tersebut dapat segera dilalui kendaraan.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turun langsung meninjau lokasi longsor. Ia mengatakan, peristiwa tersebut merupakan longsor kedua yang terjadi di jalur Clongop selama musim hujan tahun ini.

“Beberapa waktu lalu juga terjadi longsor di bagian atas bukit dengan material batu berukuran besar. Nah, yang sekarang ini terjadi di bagian bawah, sekitar satu kilometer dari titik longsor sebelumnya,” kata Endah saat meninjau lokasi.

Menurutnya, kondisi kawasan perbukitan di sekitar Tanjakan Clongop memang cukup rawan longsor, terutama saat diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Struktur tanah yang rapuh serta kemiringan bukit yang cukup curam membuat potensi longsor susulan masih mungkin terjadi.

Endah menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, di atas titik longsor saat ini masih terdapat batu besar yang kondisinya sudah miring. Selain itu juga ditemukan retakan tanah dengan panjang hampir 50 meter.

“Ini yang masih kami waspadai. Kalau terjadi hujan dengan intensitas tinggi hingga lebat, ada kemungkinan terjadi longsor susulan,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah daerah terus melakukan penanganan dan mitigasi agar jalur tersebut tetap dapat difungsikan. Terlebih, jalur Clongop ini baru saja dibuka dan direncanakan menjadi salah satu jalur utama alternatif menuju Gunungkidul.

Menurut Endah, jalur tersebut disiapkan sebagai jalur pengurai kemacetan saat arus mudik dan libur Lebaran tahun ini, terutama untuk kendaraan dari arah Klaten maupun Solo menuju kawasan wisata di Gunungkidul.

“Jalur ini sebenarnya baru dibuka belum lama dan rencananya akan kita manfaatkan sebagai jalur alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan saat arus mudik dan libur Lebaran. Harapannya nanti saat momentum itu jalur ini sudah bisa dilalui,” jelasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner