Mitigasi Bencana, Ribuan Mangrove Ditanam di Pesisir Banda Aceh

7 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Tidak kurang dari 10 ribu bibit mangrove ditanam personel Polda Aceh di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Hal ini sebagai upaya untuk mitigasi bencana serta mendukung pelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan kawasan pesisir.

Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengatakan penanaman mangrove merupakan program polisi hijau. Hal ini menjadi komitmen Polda Aceh dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya kawasan pesisir.

"Kawasan pesisir memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir," kata Marzuki dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, penanaman mangrove juga merupakan investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang. Mangrove memiliki peran strategis menjaga keseimbangan ekosistem pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen bagi kehidupan.

"Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10 ribu bibit tanaman mangrove. Ke depan, saya memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa," ucapnya.

Merespons hal ini, anggota Komisi III DPR dari dapil Aceh, Nasir Djamil menilai program tersebut dianggap sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat pertahanan ekologis pesisir sekaligus mitigasi bencana. Dia menjelaskan bahwa mangrove memiliki banyak manfaat, selain menjadi habitat ikan dan berbagai biota laut, juga berfungsi meredam gelombang besar seperti tsunami. Karena itu, ia menilai penanaman 10 ribu mangrove merupakan model mitigasi bencana melalui pendekatan ekologi.

“Inisiatif Kapolda Aceh yang menanam 10 ribu tanaman mangrove patut mendapat dukungan dari semua pihak di Aceh. Mangrove itu banyak manfaatnya. Selain tempat tinggal ikan, dan jenis binatang laut lainnya, pohon mangrove itu juga bisa mengurai air saat gelombang besar, seperti tsunami. Karena itu, inisiasi 10 ribu tanaman mangrove adalah model mitigasi bencana melalui pendekatan ekologi,” ujar Nasir.

Nasir menambahkan bahwa inisiatif tersebut dalam pandangannya bertujuan untuk mendekatkan kembali masyarakat pesisir dengan lingkungannya, khususnya generasi muda yang selama ini mungkin belum banyak memahami pentingnya tanaman mangrove.

“Inisiatif di atas sebenarnya, dalam pandangan kami ingin mendekatkan kembali masyarakat pesisir dengan lingkungannya. Terutama generasi muda yang selama ini mungkin tidak banyak tahu tentang tanaman mangrove,” lanjut Nasir.

Menurutnya, mangrove yang tumbuh dengan baik akan memberikan nilai tambah berupa kualitas udara yang lebih bersih di sekitarnya, serta berpotensi menjadi sumber pendapatan desa apabila dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi dan lingkungan.

“Mangrove yang tumbuh dengan baik akan menjadi nilai tambah berupa udara yang bersih di sekiranya dan juga bisa menjadi income bagi desa yang menjadikan tanaman mangrove sebagai tempat wisata edukasi dan lingkungan,” bebernya.

Ia juga menegaskan bahwa konsep Green Policing di setiap daerah tentu berbeda-beda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni menyelamatkan lingkungan dari kerusakan akibat pertambangan maupun penebangan kayu secara liar. Nasir menyampaikan bahwa pendekatan Green Policing dapat diadaptasi di berbagai daerah dengan menyesuaikan karakteristik wilayah masing-masing.

“Green policing tentu berbeda di masing-masing daerah. Tapi tujuannya sama. Ingin menyelamatkan lingkungan dari kerusakan akibat pertambangan dan penebangan kayu secara liar,” ungkapnya.

Selain itu, ia menilai inisiatif Kapolda Aceh tersebut perlu didukung pemerintah setempat melalui pengalokasian anggaran untuk menjaga kelestarian mangrove, karena menjaga keseimbangan ekologi kawasan pesisir merupakan sebuah keharusan dan langkah awalnya telah dilakukan oleh Kapolda Aceh.

“Inisiatif Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki harus didukung oleh pemerintah setempat dengan cara mengalokasikan dana untuk menjaga kelestarian tanaman mangrove. Menjaga keseimbangan ekologi di kawasan pesisir menjadi keharusan dan Kapolda Aceh telah lakukan inisiatif,” pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner