Longsor di Tanjakan Clongop Gedangsari Gunungkidul, Warga Nekat Terobos Meski Jalan Ditutup

4 hours ago 3

Liputan6.com, Gunungkidul - Hujan dengan intensitas tinggi hingga lebat yang mengguyur wilayah Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, memicu terjadinya longsor di Tanjakan Clongop, tepatnya di Padukuhan Watu Gajah, Selasa (3/3/2026) malam.

Tebing setinggi kurang lebih 25 meter di lokasi tersebut runtuh dan material tanah serta batu menutup sebagian bahu jalan. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur penghubung Kabupaten Gunungkidul dengan Klaten, Jawa Tengah, sempat terganggu.

Sejumlah pengguna jalan yang melintas di lokasi sempat berupaya menyingkirkan batu-batu yang jatuh ke tengah jalan. Dengan mendorong secara bersama-sama, batu berukuran cukup besar akhirnya dapat dipinggirkan sehingga sepeda motor masih bisa melintas secara bergantian.Meski demikian, kondisi jalan yang tertutup material longsor membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Terlebih, kondisi tebing di sekitar lokasi dinilai masih rawan terjadi longsor susulan.

Kapolsek Gedangsari, AKP Tri Hartanto, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Peristiwa tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari.“Longsor terjadi sekitar pukul setengah sepuluh malam setelah wilayah ini diguyur hujan deras cukup lama sejak siang. Material tanah dan batu dari tebing menutup sebagian jalan,” kata Tri Hartanto.

Untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar, pihak kepolisian sempat menutup akses jalan dari arah Gunungkidul menuju Klaten. Penutupan dilakukan guna menghindari kemungkinan terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Namun demikian, beberapa pengendara masih terlihat nekat melintas di jalur tersebut, terutama pengendara sepeda motor. Mereka memilih tetap melanjutkan perjalanan karena jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung antara Gunungkidul dan wilayah Klaten.

Sementara itu, Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan material longsor agar akses jalan dapat segera kembali normal.

Menurutnya, jalur tersebut merupakan salah satu akses vital bagi mobilitas warga, baik untuk aktivitas ekonomi maupun transportasi antar wilayah.

“Koordinasi sudah dilakukan agar material longsor segera ditangani sehingga jalur ini bisa kembali dilalui dengan aman,” ujarnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur rawan longsor ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Petugas juga terus memantau kondisi tebing di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi longsor susulan.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner