Gudang Diduga Tempat Penimbunan BBM Ilegal di Lampung Selatan Terbakar, Terdengar Ledakan

7 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Desa Galih Lunik, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, terbakar hebat, Selasa (3/3/2026) sekira pukul 18.20 WIB.

Gudang berdinding seng tersebut dilaporkan mulai terbakar bertepatan dengan waktu berbuka puasa. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan.

Berdasarkan rekaman video amatir yang diterima Liputan6.com, kobaran api terlihat membubung tinggi disertai asap hitam pekat yang mengepul ke udara.

Beberapa kali terdengar suara ledakan dari dalam gudang yang diduga berasal dari bahan bakar yang tersimpan di lokasi.

Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun, proses pemadaman sempat terkendala karena material yang terbakar mudah menyulut api sehingga api cepat membesar.

Kepala Bidang Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah mengatakan menerima laporan sekira pukul 18.20 WIB dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.

"Iya benar, telah terjadi kebakaran sebuah gudang yang diduga tempat penyimpanan BBM ilegal di Desa Galih Lunik, Kecamatan Tanjung Bintang. Kami menerima laporan sekitar pukul 18.20 WIB dan langsung menuju lokasi," kata Rully saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, hingga malam hari petugas masih melakukan proses pendinginan untuk mencegah api kembali menyala dan merambat ke permukiman warga di sekitar lokasi kejadian.

Rully menegaskan, pihaknya hanya bertugas melakukan pemadaman. Sementara untuk kepemilikan gudang maupun penyebab pasti kebakaran menjadi kewenangan aparat kepolisian.

"Kami hanya melakukan proses pemadaman. Untuk gudang BBM maupun penyebab kebakaran itu ranahnya pihak berwajib," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan mengumpulkan keterangan dari warga terkait kronologi kejadian. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerugian akibat kebakaran tersebut.

"Kami masih di lokasi, mengumpulkan keterangan dari warga untuk mendata kronologi kebakaran yang terjadi, mohon waktu," tandasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner