Liputan6.com, Jakarta - Di balik aroma tajam jengkol yang kerap dihindari, tersimpan potensi besar yang belum banyak dilirik. Di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, seorang ibu rumah tangga bernama Sulastri justru melihat peluang dari limbah kulit jengkol.
Berbekal ketekunan dan kreativitas, ia berhasil mengubahnya menjadi karya seni bernilai tinggi, batik pewarna alami khas Lampung.
Saat dijumpai Liputan6.com, pada Kamis (16/4/2026) sore, Sulastri bersama belasan pekerja tampak sibuk di rumah produksinya. Tangan-tangan terampil itu menggoreskan canting di atas kain, menciptakan motif khas Lampung yang sarat makna budaya.
Namun yang membuat batik ini berbeda adalah proses pewarnaannya, menggunakan cairan alami dari kulit jengkol, bahan yang sebelumnya hanya dianggap sampah.
Ide unik ini bermula pada 2019. Saat itu, Sulastri menyadari bahwa pasar batik dengan pewarna sintetis sudah sangat ramai. Ia pun mencari cara agar produknya memiliki ciri khas.
“Waktu itu saya berpikir, kalau mau sama dengan yang lain, akan sulit dikenal. Kebetulan ada keluarga yang usaha jengkol, dan kulitnya dibuang begitu saja. Dari situ saya teringat pernah melihat pewarna alami dari kulit jengkol, lalu saya coba,” ujar Sulastri.
Eksperimen demi eksperimen ia lakukan. Tak jarang gagal, namun ia terus belajar hingga menemukan formula pewarna yang tepat. Hasilnya, warna yang dihasilkan justru kuat, alami dan memiliki karakter unik.
Proses Panjang, Hasil Eksklusif
Berbeda dengan batik pewarna sintetis, proses produksi batik alami itu membutuhkan waktu lebih lama. Untuk satu kain saja, prosesnya bisa memakan waktu minimal dua minggu.
Tak heran, harga yang ditawarkan pun relatif tinggi, mulai dari Rp 850 ribu hingga Rp 2,5 juta per lembar, tergantung tingkat kerumitan motif dan proses pengerjaannya.
Meski begitu, pasar tetap terbuka. Produk batik Sulastri bahkan telah merambah luar daerah seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta hingga Kalimantan.
“Alhamdulillah, sudah banyak yang pesan dari luar Lampung. Kami kirim lewat ekspedisi,” ungkapnya.
Angkat Kearifan Lokal Lampung
Tak hanya soal bahan, Sulastri juga menonjolkan identitas budaya dalam setiap karyanya. Motif yang diangkat terinspirasi dari kearifan lokal Lampung, seperti kapal, yang mencerminkan budaya maritim hingga ornamen tapis yang dikreasikan lebih modern.
Menariknya, batik itu tidak terkesan kaku. Selain untuk acara formal, kainnya juga cocok digunakan dalam berbagai kesempatan, termasuk kondangan hingga kebutuhan fashion sehari-hari.
Di balik kesuksesan tersebut, Sulastri juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku kulit jengkol yang bergantung musim.
Untuk mengatasinya, ia menggunakan alternatif bahan alami lain seperti kayu tingi, kulit mahoni, hingga daun indigofera.
Selain itu, edukasi pasar juga menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, tidak semua kalangan memahami nilai dari batik pewarna alami yang prosesnya lebih panjang dan ramah lingkungan.
Berdayakan Warga Sekitar
Kini, usaha batik miliknya yang diberi nama Asyafa Batik Tulis Lampung telah memberdayakan sedikitnya 16 orang, yang sebagian besar berasal dari keluarga dan warga sekitar.
Sulastri percaya, satu lembar kain batik tak hanya bernilai seni, tetapi juga berdampak sosial.
“Dari satu kain batik, kita bisa memberdayakan sekitar empat orang. Jadi ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga pelestarian budaya dan lingkungan,” tuturnya.
Melalui inovasi sederhana namun berdampak besar, Sulastri membuktikan bahwa limbah pun bisa menjadi sumber rezeki.
Lebih dari itu, ia juga turut menjaga warisan budaya sekaligus mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan melalui karya batiknya.

5 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557615/original/088394900_1776343530-507b4c90-7203-4fbb-89cc-7dfd5961940e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4947254/original/014008100_1726675454-WhatsApp_Image_2024-09-18_at_23.02.20.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4068034/original/043228500_1656552613-pexels-jeffry-surianto-8856172.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557072/original/091420400_1776316894-Bima_Arya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557071/original/076164800_1776316596-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557097/original/035601600_1776318279-Retret_Ketua_DPRD_di_Akmil_Magelang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556877/original/068438800_1776310235-1002100353.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556876/original/036850000_1776310226-IMG_9578.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556860/original/019015100_1776309760-1001901481.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556817/original/063283100_1776307852-PUNK_JADI_PETANI_ORGANIK_DI_GUNUNGKIDUL__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556377/original/090886900_1776242439-Screenshot_2026-04-15_150947.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556658/original/033087200_1776273695-1001169608.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555183/original/009805400_1776145913-1000700310.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556566/original/071022500_1776254501-WhatsApp_Image_2026-04-15_at_18.58.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556642/original/060814900_1776267409-WhatsApp_Image_2026-04-15_at_18.22.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556604/original/035842500_1776260024-adu_bacok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554455/original/027908800_1776071784-IMG-20260413-WA0017.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556512/original/039713300_1776249475-1001168385.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4361526/original/020194500_1679020544-reproductive-system-stethoscope-top-view_1_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535954/original/045396000_1774177401-IMG-20260322-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449331/original/009128300_1766054298-1000846788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448872/original/089550000_1766041751-IMG_20251218_112507_767.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365736/original/041722900_1759205212-IMG-20250930-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5276590/original/081825200_1751957181-20250708-Banjir-ANg_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448059/original/065762900_1765978898-Bengkel_motor_Fausul_di_Pulau_Mandangin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449480/original/029142300_1766063506-Ayah_Prada_Lucky_Namo__Pelda_Chrestian_Namo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448567/original/067225600_1766033308-1000630000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449346/original/079160500_1766055185-Kepala_Bulog_Kalteng_Budi_Sultika.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977999/original/017889900_1648530540-PMI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448993/original/011330600_1766044717-IMG-20251217-WA0381.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542831/original/038641400_1774963974-Rumah_kepala_dukuh_Karyo_Utomo_pernah_jadi_markas_besar_militer_dalam_peristiwa_serangan_umum_1_Maret_1949.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451861/original/087288700_1766375997-Bus_kecelakaan_di_exit_Tol_Semarang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517682/original/025033300_1772436678-1001759799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461578/original/002716500_1767422898-Polisi_tangkap_bule_Prancis_Ludovic_Roche_alias_Muhammad_Ali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455044/original/056529800_1766622579-20251022_083032.jpg)