Jembatan Darurat Hanyut Diterjang Banjir, Ratusan Warga Nyalindung Sukabumi Terisolasi

6 hours ago 3

Liputan6.com, Sukabumi - Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi kembali memicu bencana. Sebuah jembatan darurat yang menjadi tumpuan utama warga di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, dilaporkan hanyut terbawa arus banjir pada Selasa sore (14/4/2026).

Infrastruktur penghubung Kampung Tanggeng dan Kampung Cipiit ini tak sanggup menahan terjangan debit air sungai yang meningkat tajam.

Akibatnya, material bambu yang menyusun jembatan tersebut putus total dan terseret arus hingga tak bersisa.

Putusnya akses warga ini berdampak langsung pada terhambatnya denyut nadi ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Tanpa jembatan tersebut, warga kini terpaksa menempuh jalur alternatif yang memutar dengan jarak yang sangat jauh demi bisa beraktivitas.

Founder Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Andri Kurniawan, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga binaannya tersebut.

"Jembatan darurat yang kita bangun tiga bulan yang lalu hari ini terbawa lagi oleh banjir," ujar Andri saat meninjau lokasi.

Ia menjelaskan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi penyebab utama rapuhnya konstruksi darurat tersebut.

"Mungkin karena hujan sangat deras pada hari ini dan beberapa hari yang lalu," tambahnya dengan nada kecewa melihat jembatan hasil gotong royong itu hilang.

Mendesak Penanganan Permanen

Kondisi ini memicu desakan agar pihak terkait segera turun tangan. Mengingat jembatan yang hanyut tersebut belum genap tiga bulan diresmikan, solusi berupa jembatan darurat dinilai sudah tidak lagi relevan menghadapi cuaca ekstrem di wilayah Nyalindung.

Andri berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait pembangunan akses yang lebih kokoh.

"Harapan saya, mudah-mudahan pemerintah segera memberikan penanganan yang begitu cepat," ungkapnya.

Baginya, kecepatan respons pemerintah sangat menentukan nasib mobilitas warga ke depannya. "Supaya akses warga ke dua kampung ini bisa kembali berjalan normal," tutupnya.

Hingga saat ini, sebagian material jembatan masih terlihat menyangkut di bebatuan sungai, sementara warga hanya bisa memandangi aliran air yang memutus akses harian mereka.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner