Detik-detik Mahasiswa Unika Medan Tenggelam dan Hilang di Air Terjun Situmurun Danau Toba

20 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Suasana rekreasi yang seharusnya penuh kegembiraan berubah menjadi duka mendalam. Seorang mahasiswa semester 2 Fakultas Filsafat Unika ST Thomas Medan (Kampus Siantar), Cristoper Rustam Muda Dua (21) hilang setelah tenggelam di perairan Air Terjun Situmurun, Kabupaten Toba, Sabtu (11/4/2026).

Peristiwa nahas ini bermula saat rombongan mahasiswa berjumlah 60 orang bersama seorang pendamping, Romo R.D Ngadiono, tiba di lokasi sekira pukul 12.00 WIB menggunakan kapal KM Sibole-Bole 01. Kelompok ini sebelumnya baru saja menyelesaikan kegiatan Rekoleksi Frater di Samosir.

Niat hati ingin melepas penat dengan berenang di sekitar air terjun yang ikonik tersebut, petaka justru datang setelah 20 menit berselang. Korban asal Kota Batam itu terlihat tertinggal dari rekan-rekannya dan mengeluhkan kakinya mengalami kram hebat.

Melihat situasi darurat, tiga rekan korban, Mario, Patulosa, dan Julhendro, berusaha sigap mengambil pelampung dari kapal dan berenang kembali untuk menolong. Namun sayang, sebelum bantuan sampai, sosok Cristoper sudah lebih dulu hilang ditelan kedalaman air Danau Toba.

Kapolres Toba melalui Plt Kasi Humas Ipda Khairuddin mengonfirmasi bahwa pihak Kepolisian Sektor Lumbanjulu dan Basarnas Ajibata telah dikerahkan ke lokasi tak lama setelah laporan masuk.

"Tim Basarnas telah melakukan beberapa kali penyelaman. Namun, kendala utama di lapangan adalah kondisi air danau yang sangat keruh, sehingga jarak pandang (visibility) di dasar air sangat terbatas," ujar Khairuddin.

Karena faktor keamanan dan minimnya cahaya saat menjelang malam, proses pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Minggu (12/4/2026).

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata air. Polres Toba mengimbau agar pengunjung tidak terlalu nekat berenang ke area tengah jika tidak memiliki kemampuan berenang yang mumpuni.

Selalu gunakan rompi pelampung (life jacket) meski merasa bisa berenang. Kenali kondisi fisik, dan jangan memaksakan berenang dalam kondisi lelah atau setelah aktivitas fisik berat.

Waspadai arus, sebab arus di bawah jatuhan air terjun seringkali tidak terduga dan lebih kuat dari yang terlihat di permukaan.

“Mari kita doakan agar proses pencarian esok hari berjalan lancar dan korban segera ditemukan,” pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner