Viral Pelajar di Purwakarta Ramai-ramai Acungkan Jari Tengah ke Guru, Disorot Alumni hingga Gubernur

15 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - SMA Negeri 1 Purwakarta, Jawa Barat, menuai kecaman publik setelah beredar video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa meledek seorang ibu guru. Kejadian tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dalam video, siswa-siswi itu memperolok dengan mengacungkan jari tengah bahkan di antaranya ada yang berpura-pura mengelus kepala gurunya itu dari belakang. Video tersebut diduga direkam dari gawai siswa kemudian menyebar di media sosial.

Menurut informasi yang didapat Liputan6.com dari salah satu alumnus, guru tersebut bernama Syamsiah atau yang kerap disapa Ibu Atun, guru yang dihormati para alumnus karena kepedulian dan ketegasannya.

"Wali kelasku dulu. Terbilang 'keras' dalam mendidik, kalau ada kejadian gak bagus bisa ceramah panjang di kelas. Tugas hapalannya banyak, tanda baca titik dan koma pun harus sama. Tapi, sikap kami, teman-teman sengakatanku, gak seperti adik-adik yang ada di video tersebut, miris," begitu pengakuan Nadia, salah satu alumnus SMA Negeri 1 Purwakarta kepada Liputan6.com, Minggu (19/4/2026).

Pihak sekolah membenarkan kejadian tersebut. Melalui rekaman video, para siswa Kelas XI-S1 diminta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, khususnya ditujukan untuk guru yang bersangkutan, umumnya kepada publik sebagai pembelajaran.

"Saya dan teman-teman saya mengakui bahwa tindakan yang sudah kami lakukan itu tidak pantas dilakukan kepada ibu guru kami yaitu Ibu Syamsiah. Kami memohon maaf sebesar-besarnya," kata salah satu perwakilan siswa.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku telah menerima laporan kronologis dari Dinas Pendidikan Jawa Barat. Ia menyampaikan, setelah kejadian viral, pihak sekolah segera memanggil orang tua siswa dan memberikan hukuman pada sejumlah siswa yang terbukti terlibat.

"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan koronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan Jabar," kata Dedi Mulyadi.

Pihak sekolah, katanya, telah memberikan hukuman berupa skorsing selama 19 hari kepada siswa yang terbukti telah melecehkan guru. Namun, Dedi Mulyadi menawarkan bentuk sanksi yang berbeda.

"Saya memberikan saran, anak itu tidak skorsing selama 19 hari. Tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu dalam setiap hari dan membersihkan toilet. Ini yang saya sarankan, waktunya bisa 1 bulan, bisa 2 bulan, bisa 3 bulan tergantung perkembangan dari anak itu sendiri," kata dia.

Prinsip dasarnya, sambung Dedi, setiap hukuman yang diberikan harus hukuman yang memberikan manfaat bagi pembentukan karakter.

"Bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan oleh gurunya," tandasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner