Tak Dibelikan Cincin Tunangan, Pemuda di Pati Nekat Bakar Rumah Orang Tua

7 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Warga Pati digegerkan aksi seorang pemuda yang membakar rumah orang tuanya karena alasan masalah sepele. Peristiwa di Dukuh Krasak, Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, pada Sabtu (13/6/2026) malam.

Kejadian itu bermula ketika pelaku berinisial IM (27) mengamuk setelah tidak diberi uang oleh ayahnya, M (61). Dari pengakuan pelaku, uang sebesar Rp 5,5 juta tersebut rencananya digunakan untuk membeli cincin pertunangan bagi kekasihnya. Ia juga berencana merantau ke Sulawesi.

Namun, permintaan itu tidak dipenuhi karena orang tuanya belum memiliki uang. Penolakan tersebut membuat pelaku emosi hingga nekat membakar bagian belakang rumah.

Pelaku menggunakan korek api yang berada di dekat kompor gas. Api kemudian menyambar anyaman bambu dan material mudah terbakar lainnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp 100 juta. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sukolilo.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengantongi alat bukti yang cukup dan menetapkan IM sebagai tersangka. Pelaku kemudian ditahan di Rumah Tahanan Mapolresta Pati.

Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan mengatakan, penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum.

"Penyidik terus melengkapi berkas perkara serta mendalami seluruh fakta yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut untuk proses hukum selanjutnya," kata Sahlan.

Sebelum ditahan, tersangka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan di Klinik Dokkes Polresta Pati.

"Hasil pemeriksaan menyatakan tersangka dalam kondisi sehat dan layak menjalani proses penahanan. Setelah melalui proses penyelidikan dan gelar perkara, tersangka resmi ditahan di Rumah Tahanan Mapolresta Pati untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," ujarnya.

Warga sekitar menyebut IM dikenal sebagai sosok yang kerap membuat onar. Sejumlah tetangga membenarkan hal tersebut.

Menurut mereka, pelaku beberapa kali mengancam membunuh dan melakukan kekerasan terhadap kedua orang tuanya. Pemuda yang tidak memiliki pekerjaan itu juga disebut kerap mengonsumsi minuman keras.

"Belum mabuk saja sudah sering membuat masalah, apalagi kalau habis minum minuman keras. Anak itu memang bandel. Bahkan beberapa kali mengancam ingin menyembelih orang tuanya," ujar Rasiman (55), tetangga korban.

Rasiman mengaku mengetahui keseharian pelaku karena rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Bahkan sebelum insiden pembakaran rumah, pelaku disebut sempat mengejar ayahnya yang sedang bekerja di sawah pada sore hari.

"Dia sempat mengejar bapaknya yang sedang bekerja di sawah sebelum kejadian pembakaran," imbuhnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner