Viral Narasi Jembatan Pamuyuran Amblas Sebabkan Macet Horor di Sukabumi, Begini Faktanya

5 days ago 14

Liputan6.com, Sukabumi - Arus lalu lintas di jalur utama Jalan Raya Nasional, tepatnya di Kampung Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami lumpuh total pada Kamis pagi (22/1/2026). Ribuan kendaraan terjebak dalam antrean panjang yang mengular akibat kendala teknis pada satu unit kendaraan berat yang menutup akses jalan.

Macet horor ini dipicu oleh sebuah truk kontainer yang mengalami mogok tepat di tanjakan Pamuruyan, dekat arah MAN Cibadak. 

Truk tersebut berhenti di tengah tanjakan, sehingga menutup sebagian besar badan jalan yang menjadi akses utama penghubung Sukabumi dan Bogor.

Situasi di lokasi kejadian dilaporkan sangat padat karena insiden tersebut bertepatan dengan jam puncak aktivitas masyarakat. 

Banyaknya warga yang hendak berangkat kerja menuju pabrik serta para pelajar yang menuju sekolah membuat volume kendaraan meningkat drastis dari kedua arah secara bersamaan.

Pengawas Lapangan Kementerian Pekerjaan Umum PPK 2.1 Jawa Barat, Agus Warso, menjelaskan bahwa posisi truk yang mogok tersebut benar-benar mengunci pergerakan lalu lintas. 

Hal ini membuat arus kendaraan dari kedua arah tidak memiliki ruang untuk melintas secara bergantian.

“Informasi yang kami terima, ada truk kontainer yang mogok di tanjakan Pamuruyan . Kejadiannya berbarengan dengan jam masyarakat berangkat kerja dan anak-anak sekolah, sehingga arus kendaraan dari Cibadak ke Bogor dan sebaliknya terkunci,” ujar Agus Warso.

Kondisi di lapangan sempat menjadi tidak terkendali ketika para pengendara sepeda motor mulai kehilangan kesabaran dan saling berebut jalur. 

Banyak pengendara roda dua yang nekat melawan arah, sebuah tindakan yang justru semakin memperparah penumpukan kendaraan di titik jenuh.

“Motor-motor saling berebut, banyak juga yang berlawanan arah. Akhirnya kendaraan menumpuk dan stuck sampai Simpang Nagrak dan Jembatan Pamuruyan . Kemacetannya cukup panjang,” tambah Agus menjelaskan situasi kacau saat itu.

Arus lalu lintas dikabarkan mulai bergerak perlahan sekitar pukul 06.30 WIB dan kembali normal sepenuhnya pada pukul 07.30 WIB. 

Namun, di tengah kemacetan tersebut, muncul video viral di media sosial yang mengklaim bahwa Jembatan Pamuruyan  amblas atau longsor, yang segera dibantah oleh pihak PU.

“Video viral yang menyebut jembatan longsor atau amblas itu adalah berita lama yang diunggah kembali. Itu hoaks. Kondisi jembatan saat ini aman dan layak dilintasi,” tegas Agus untuk meredam kepanikan masyarakat yang beredar di dunia maya.

Sebagai penutup, Agus mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten media sosial yang belum terverifikasi kebenarannya. 

Ia menekankan pentingnya mengecek fakta sebelum menyebarkan informasi demi menjaga kondusifitas masyarakat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner