Bocah di Gunungkidul Berhenti Sekolah Demi Merawat Ibu yang Lumpuh, Begini Kata Kepala Dukuh

2 hours ago 1

Fendi, begitu ia biasa dipanggil, bocah kelahiran 2015 itu seharusnya duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Namun sejak sekitar empat tahun lalu, ia memutuskan berhenti sekolah demi merawat ibunya, Siaminah (46), yang mengalami kebutaan dan stroke.

Hari-hari Fendi kini dihabiskan di rumah sederhana yang ditempatinya bersama keluarganya. Rumah tersebut berdinding batako yang belum diplester dengan lantai semen sederhana.

Rumah itu dibangun oleh ayahnya, Slamet (54), saat masih bekerja sebagai buruh bangunan. Dari hasil kerja kerasnya sebagai buruh, sebuah rumah sederhana berhasil berdiri untuk keluarganya.

Namun tak lama setelah rumah tersebut selesai diperbaiki, kondisi kesehatan sang ibu mulai menurun.

Awalnya, Siaminah hanya mengalami sakit migrain yang cukup sering. Lambat laun penglihatannya mulai kabur hingga akhirnya tidak dapat melihat sama sekali.

Kondisinya semakin memburuk ketika ia juga mengalami stroke dan kini lebih banyak terbaring di rumah. Sejak saat itulah Fendi mulai membantu ayahnya merawat sang ibu.

Namun cobaan tidak berhenti di situ. Sang ayah yang sebelumnya masih sehat, kini juga mengalami gangguan kesehatan. Penglihatannya mulai kabur hingga harus meraba-raba saat beraktivitas.

Di tengah kondisi tersebut, Fendi akhirnya mengambil keputusan besar. Ia memilih berhenti sekolah agar bisa membantu merawat ibunya.

Fendi merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakak sulungnya, Wahyu Adi Saputra (23), kini bekerja setelah lulus dari sekolah menengah pertama dan menjadi tulang punggung keluarga.

Sementara kakak keduanya, Ayu Ambarwati (14), masih bersekolah di tingkat SMP.

Meski masih kecil, Fendi juga berusaha membantu ekonomi keluarga. Ia sesekali bekerja mencari rumput untuk neneknya, Wakinem, dengan upah seadanya.

Uang yang didapatkannya memang tidak seberapa, namun cukup membantu untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.

Meski para guru dan warga sekitar sudah beberapa kali membujuknya agar kembali ke sekolah, Fendi tetap memilih tinggal di rumah.

Rasa khawatir meninggalkan ibunya sendirian membuat bocah itu bertahan dengan keputusan tersebut.

Di usia yang masih sangat muda, Fendi menjalani kehidupan yang jauh dari kata ringan. Ia menghabiskan masa kecilnya dengan tanggung jawab besar, merawat ibunya sambil sesekali membantu pekerjaan kecil untuk keluarga.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner