Seluruh Jenazah Berhasil Dievakuasi, Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Resmi Ditutup

4 days ago 14

Liputan6.com, Makassar - Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi ditutup. Keputusan tersebut diambil setelah rapat evaluasi yang digelar di Kantor Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) Kelas A Makassar, Jumat malam (23/1/2026).

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan hal tersebut setelah seluruh body pack yang ditemukan dan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri merupakan jenazah dari 10 orang yang berbeda.

Mohammad Syafii menjelaskan, pada hari terakhir operasi, sebanyak tujuh body pack kembali diserahkan kepada tim DVI. Dengan demikian, total body pack yang berhasil dievakuasi selama operasi berjumlah 11.

"Pada hari ini, Pak Karo Ops (Polda Sulsel) menyampaikan bahwa seluruh body pack yang diserahkan teridentifikasi sebagai bagian tubuh yang berbeda-beda," kata Mohammad Syafii, Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan keterangan DVI Polri, dari 11 body pack tersebut dipastikan terdapat 10 jenazah. Namun hingga saat ini, proses identifikasi korban masih terus berjalan.

"Alhamdulillah, dari 11 body pack yang kita temukan, DVI Polri memastikan terdapat 10 jenazah. Identitas para korban masih dalam proses identifikasi," ujarnya.

Ia menambahkan, proses penentuan identitas korban akan terus dimonitor bersama tim DVI Polri hingga seluruh korban teridentifikasi.

“Mudah-mudahan tidak membutuhkan waktu lama. Korban-korban yang kita temukan seluruhnya dalam kondisi utuh, meskipun pesawat berada dalam kondisi pecahan,” pungkasnya.

#Operasi SAR Selesai

Syafii menegaskan, keputusan penutupan operasi SAR dilakukan setelah pihaknya melakukan konfirmasi kepada seluruh unsur yang terlibat serta menerima berbagai masukan di lapangan.

"Pada malam hari ini, saya selaku Kepala Badan SAR Nasional sekaligus SAR Coordinator menyatakan bahwa operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat Papa Kilo Tango Hotel Tango secara resmi saya nyatakan selesai," tegasnya.

Meski operasi SAR dinyatakan ditutup, Basarnas tetap melanjutkan operasi kesiapsiagaan rutin melalui Basarnas Makassar. Operasi kesiapsiagaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila masih terdapat laporan dari masyarakat terkait temuan sisa body part atau bagian tubuh korban di lokasi kejadian.

"Apabila di kemudian hari ada laporan masyarakat, sekecil apa pun temuan body pack, menjadi kewajiban Basarnas untuk melaksanakan evakuasi dan menyerahkannya kepada DVI Polri," jelas Syafii.

Saat ditanya terkait jangka waktu melakukan operasi siaga, Syafii memastikan bahwa tak ada jenjang waktu. Hal itu karena penemuan body part bisa terjadi dalam waktu yang tidak bisa ditebak.

"Tidak ada jenjang waktu, pokoknya Basarnas akan siap siaga tanpa ruang dan waktu," tegasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner