Penyebab Kematian Mahasiswi di Manado Masih Misteri, Keluarga Temukan Sejumlah Kejanggalan

1 month ago 29

Liputan6.com, Jakarta - Pihak keluarga mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial AEMM (21) yang ditemukan tewas tergantung di rumah indekosnya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, menilai kematian korban tidak wajar dan menyisakan sejumlah kejanggalan.

Kuasa hukum keluarga korban, Cyprus Tatali, menyebut lokasi penemuan jenazah AEMM bukan berada di dalam kamar, melainkan di lorong depan ruang tamu lantai dua rumah indekos.

“Jadi kejadian ini (tewas tergantung) bukan di dalam kamar, tetapi di lorong depan ruang tamu lantai dua rumah indekos,” kata Cyprus Tatali, Minggu (4/1/2026).

Cyprus bersama keluarga korban kembali mendatangi rumah indekos Cemara di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, lokasi AEMM ditemukan tewas pada Selasa (30/12/2025) pagi. Menurutnya, kondisi jenazah korban tidak menunjukkan ciri umum orang meninggal karena gantung diri.

“Dari sisi TKP, kalau mati gantung diri, pada umumnya mata terbuka lebar, lidah mencolok, dan ada buang air kecil atau besar. Ini kaki korban masih menyentuh lantai,” ujarnya.

Ia menegaskan, dengan indikasi tersebut, kematian AEMM seharusnya dikategorikan sebagai kematian tidak wajar dan wajib ditangani oleh petugas khusus, yakni tim Inafis.

“Pada dasarnya kalau kematian tidak wajar, harus petugas khusus yang menangani yakni dari Inafis,” kata dia.

Cyprus juga mempertanyakan sejumlah tindakan yang dinilai tidak sesuai prosedur sebelum dilakukan autopsi. Salah satunya adalah pemindahan jenazah ke rumah sakit, serta proses pemandian dan pemberian formalin.

“Yang pertama, atas izin siapa jenazah langsung dibawa ke rumah sakit. Kedua, atas izin siapa langsung dimandikan dan diberikan formalin,” tuturnya.

Menurutnya, tindakan tersebut dapat menyulitkan proses autopsi dan berpotensi menghambat penyelidikan.

“Kalau memandikan dan memformalin atas izin Inafis, itu prosedur yang benar. Kalau di luar prosedur, itu disebut unprocedural dan bisa masuk kategori menghalangi penyelidikan,” jelasnya.

Seorang kakek menabrakkan diri ke kereta barang di rel Pasar Minggu. Diduga, sang kakek mengalami depresi hingga nekat bunuh diri.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner