Liputan6.com, Sumedang - Longsor akibat kecelakaan kerja di Jatinangor Sumedang menyebabkan 4 orang pekerja tewas tertimbun. Terkait peristiwa nahas itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan, longsor yang terjadi berkaitan dengan aktivitas pembangunan tembok penahan tebing (TPT) yang tidak berizin.
Dony saat meninjau lokasi longsor di Sumedang, Jumat (2/1/2026) menyebut, peristiwa tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh faktor cuaca, melainkan dipicu oleh aktivitas konstruksi yang berlangsung di area tersebut.
"Berdasarkan pengecekan yang telah saya lakukan, longsor ini bukan semata-mata akibat hujan, melainkan dampak dari aktivitas pembangunan TPT. Saya sudah memastikan bahwa kegiatan pembangunan ini tidak memiliki izin," ujarnya.
Dirinya menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti kejadian tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Ia juga menambahkan aktivitas pembangunan di lokasi kejadian akan dihentikan karena tidak mengantongi izin resmi.
"Oleh karena itu, kasus ini akan kami tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena tidak berizin, maka kegiatan tersebut akan ditutup," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dony menjelaskan bahwa total pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut berjumlah delapan orang, dengan empat orang dinyatakan meninggal dunia dan lainnya dinyatakan selamat.
Ia juga menyebutkan dua korban yang sempat tertimbun material longsor telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, serta dilaporkan dalam kondisi membaik.
"Empat orang meninggal dunia, dua orang sempat tertimbun namun berhasil selamat, dan dua orang lainnya dapat menyelamatkan diri sejak awal kejadian. Dua korban yang dirawat di rumah sakit, berdasarkan informasi yang saya terima, kondisinya sudah membaik," katanya.
Dony menegaskan kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar setiap kegiatan pembangunan mematuhi ketentuan perizinan serta memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kondisi lingkungan.
Diduga Ada Unsur Kelalaian
Polres Sumedang masih melakukan penyelidikan terkait adanya unsur kelalaian kerja dalam peristiwa tersebut.
Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah, Jumat (2/1/2026) mengatakan, proses penyelidikan difokuskan pada pendalaman kronologi kejadian serta keterkaitan aktivitas pekerjaan di lokasi sebelum terjadinya longsor.
"Satreskrim Polres Sumedang sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah dalam kejadian ini terdapat unsur kelalaian kerja atau faktor lain. Proses penyelidikan akan terus kami lakukan secara mendalam," katanya.
Tanwin juga menyebutkan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi mata yang berada di lokasi kejadian.
"Itu akibat kecelakaan kerja ya, bukan karena bencana alam. Sampai saat ini, kami telah memeriksa sembilan saksi," katanya.
Sembilan saksi tersebut terdiri dari seorang mandor, pegawai yang selamat, serta pihak yang berkaitan dengan proyek tersebut.
"Sejauh ini, kami telah memeriksa sembilan orang saksi yang terdiri dari mandor, pekerja yang selamat, serta pihak yang memiliki proyek tersebut," jelasnya.
Berdasarkan informasi sementara, lokasi terjadinya longsor tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas lapangan sepakbola mini (mini soccer).
Terkait kemungkinan penerapan sanksi pidana maupun bentuk pertanggungjawaban lainnya, pihak kepolisian menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan secara menyeluruh.
"Untuk sanksi atau hukuman, saat ini kami masih dalam tahap penyelidikan. Hasil dan tindak lanjut dari proses tersebut akan kami sampaikan pada kesempatan berikutnya," kata Tanwin.
Pihaknya juga menegaskan akan menuntaskan penyelidikan kasus longsor tersebut secara menyeluruh guna memastikan penyebab kejadian serta pihak yang harus bertanggung jawab.
Identitas Korban
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung Muhammad Adip mengatakan, seluruh korban longsor Sumedang telah ditemukan pada malam hari ini sekitar pukul 19.00 WIB.
"Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB dengan total korban meninggal dunia empat orang. Dipastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun dan proses evakuasi telah selesai," ujarnya.
Dirinya menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan lancar meski dilakukan secara manual hingga korban terakhir ditemukan.
Ia juga menambahkan bahwa proses evakuasi tidak melibatkan alat berat guna mengutamakan keselamatan penyelamat karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan.
"Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan dengan lancar. Evakuasi dilakukan secara manual. Tidak ada alat berat yang diturunkan karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan," jelasnya.
Sementara itu, Basarnas memaparkan data korban selamat dalam peristiwa tersebut, yakni Dian (41) dan Ahmid (71), warga Desa Cisempur.
Keduanya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain itu, Dahlan (42), warga Cisempur, dilaporkan selamat saat berada di lokasi kejadian, sementara satu pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan lolos dari timbunan material longsor.
Adapun empat pekerja lainnya dinyatakan meninggal dunia, yakni Ivan dan Ujang, warga Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Dua korban meninggal lainnya adalah Ade Hilir, warga Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, serta Heri, warga Karasak, Kabupaten Sumedang.
Basarnas juga menyebutkan bahwa hampir 200 personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan dalam proses pencarian dan evakuasi yang ditempatkan di lokasi utama kejadian serta di bagian bawah area longsor untuk pengamanan.
Sementara itu, material longsoran diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 3 meter dengan total area terdampak mencapai sekitar 10 meter.

4 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461331/original/081328500_1767374710-1000885642.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461330/original/076904400_1767371828-1000888152.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461318/original/026691200_1767368610-longsor_sumedang_polisi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461277/original/099741900_1767356356-longsor_sumedang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461308/original/014455500_1767365037-WhatsApp_Image_2026-01-02_at_21.36.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461182/original/052512500_1767345168-Bule_Prancis_bongkar_dugaan_jaringan_narkoba_di_Lombok.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461294/original/063942600_1767360684-WhatsApp_Image_2026-01-02_at_08.23.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461263/original/052353700_1767355431-penemuan_mayat_bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461252/original/073669100_1767352531-TNI_berikan_penjelasan_terkait_kematian_Babinsa_di_Jember.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2350797/original/071425000_1536063004-1536063004108765a13d99827008-1511250328-68a924bc8b749cf5e5e988632909e917.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461175/original/041000700_1767343483-Masjid_Pondok_Pesantren_Darul_Mukhlisin_Aceh_yang_Sempat_Viral_Terkepung_Kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461035/original/040167900_1767335714-37063.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248215/original/055770300_1749564128-1000037944.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456424/original/074983900_1766885583-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456795/original/022198900_1766975772-Kebakaran_Panti_Jompo_Werdha_Damai_di_Manado.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460737/original/030652300_1767277787-1001456501.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449331/original/009128300_1766054298-1000846788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406943/original/047368300_1762652163-DISHUB_PERIKSA_KONDISI_TRUK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418052/original/003419900_1763573564-longsor_di_sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413852/original/010084600_1763203332-IMG_8060__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409124/original/090705800_1762847004-1001169628.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365736/original/041722900_1759205212-IMG-20250930-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426036/original/098950800_1764250071-Mendagri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405402/original/021689900_1762479257-pegiat_lingkungan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448059/original/065762900_1765978898-Bengkel_motor_Fausul_di_Pulau_Mandangin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977999/original/017889900_1648530540-PMI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448567/original/067225600_1766033308-1000630000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5276590/original/081825200_1751957181-20250708-Banjir-ANg_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448993/original/011330600_1766044717-IMG-20251217-WA0381.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447862/original/001021800_1765966130-Batu_Nusuk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418155/original/099953500_1763607580-Tangkapan_Layar_Video_Pelajar_Jatuh.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448872/original/089550000_1766041751-IMG_20251218_112507_767.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449346/original/079160500_1766055185-Kepala_Bulog_Kalteng_Budi_Sultika.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449480/original/029142300_1766063506-Ayah_Prada_Lucky_Namo__Pelda_Chrestian_Namo.png)