Permintaan Terakhir Praka Satria Sebelum Tewas Ditembak KKB: Ajak Ortu Melamar Pujaan Hati

2 weeks ago 23

Liputan6.com, Kupang - Anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan, asal NTT, Praka Satria Tino Taopan, gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Jenazahnya sudah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Loka, Kota Kupang, Sabtu (10/1/2026).

Namun, ada kenangan paling menyayat bagi keluarga Taopan yang dituturkan ayahnya, Dominggus Taopan.

Sang ayah menuturkan, pada Hari Raya Natal, 25 Desember 2025, Praka Satria Tino Taopan menelepon orang tuanya dari tanah tugas, Papua.

Di ujung telepon, Praka Satria mengaku ingin menikah di tahun 2026 dan meminta orang tuanya untuk menemui keluarga pacarnya.

"Setelah keluar gereja, bapak dan mama harus ketemu orang tua calon istri. Rencana nikah bulan Juni 2026," minta Satria kala itu.

Tak ada firasat buruk. Bagi Dominggus Taopan, percakapan itu hanyalah cermin kedewasaan seorang anak yang sedang menata masa depan dengan mempersiapkan pernikahan, keluarga, dan kehidupan yang lebih mapan selepas tugas negara.

Namun, dua pekan berselang, rencana bahagia itu sirna. Kamis (8/1/2026), kabar duka datang dari Kampung Yomugaru, Papua Pegunungan. Praka Satria gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Awalnya, ia tak percaya akan informasi itu. Namun, pagi itu terasa berbeda. Pesan sang ibu ke Praka Satria tak kunjung dibalas. Sekitar pukul 08.00 Wita, desas-desus kabar duka mulai terdengar. Dominggus masih berusaha menepisnya, berpikir anaknya hanya sedang bertugas. Hingga akhirnya, telepon dari anak bungsunya memecahkan keyakinan itu.

"Dia telepon sambil menangis. Katanya, ‘Kakak gugur dalam pertempuran. Bapak dan mama harus kuat," kenang Dominggus.

Dunia seakan runtuh seketika. Tak lama berselang, rekan satu batalyon Satria ikut menghubungi. Saat itu Dominggus sedang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Provinsi NTT. Tangis di ujung telepon menjadi kepastian pahit yang tak bisa lagi diingkari.

"Dia bilang sambil menangis, ‘Bapak, saya dan Satria satu batalyon, sama-sama dari Kupang, tapi dia sudah tidak ada," ucapnya.

Praka Satria tertembak di bagian leher saat kontak senjata. Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan. Cuaca buruk dan kondisi keamanan membuat jenazah harus dipikul berjalan kaki sejauh sekitar lima kilometer menuju pos terdekat, sebelum akhirnya diterbangkan ke Timika.

Dari Timika, jenazah diterbangkan ke Makassar, lalu Surabaya, dan tiba di Kupang pada Jumat (9/1/2026).

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner