Ratusan Mahasiswa Ikuti Hospitour UPH, Ini Tips Bekerja di Sektor Pariwisata

1 day ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan mahasiswa dari 32 perguruan tinggi bidang pariwisata dan hospitality di berbagai daerah mengikuti seminar Hospitour 2026 yang digelar Universitas Pelita Harapan (UPH). Dalam seminar tersebut, para mahasiswa mendapat bekal untuk bekerja di sektor pariwisata maupun hospitality atau industri jasa.

“Tema Evolve menggambarkan pentingnya kemampuan untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan berkontribusi di tengah tantangan global yang dihadapi industri ini. Di tengah dinamika tersebut, kami bersyukur FHospar UPH terus berkembang sebagai salah satu yang unggul di Indonesia dalam mempersiapkan mahasiswa menjawab kebutuhan industri,” kata Rektor UPH Jonathan L Parapak dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).

Menurut Jonathan, kemampuan adaptasi merupakan aspek penting dalam industri pariwisata yang terus bergerak dan berinovasi di tengah tantangan global. Hal ini juga sesuai dengan tema seminar yaitu Evolve in Practice: How Hospitality and Tourism Professionals Grow Through Change.

Dalam seminar yang digelar pada 21 hingga 24 April di UPH Lippo Village Campus, pembicara sekaligus alumni UPH Leo Satria menekankan bahwa passion menjadi titik awal dalam membangun karier.

“Semua bisa dimulai dari apa yang kita sukai. Namun, di tengah perkembangan digital yang cepat, passion perlu diimbangi dengan kemampuan beradaptasi, kemauan untuk terus belajar dan menjaga konsistensi dalam setiap proses yang dijalani,” kata Leo yang juga berprofesi sebagai digital marketing enthusiast & culinary content creator.

Sementara itu, Director Dunia Travel Brian Kennedy mengungkapkan pentingnya kepekaan terhadap peruahan kondisi. Menurutnya, keterbatasan mobilitas global akibat dinamika geopolitik saat ini, justru mendorong lahirnya pendekatan baru dalam merancang pengalaman wisata yang lebih dekat, personal dan relevan dengan kebutuhan wisatawan saat ini.

“Industri pariwisata menuntut kita untuk peka terhadap perubahan kondisi. Kita tidak hanya menjual perjalanan, tetapi menghadirkan pengalaman yang relevan dan bernilai sesuai kebutuhan wisatawan,” ujarnya.

Alumni UPH lainnya, Andy Gozali menilai personal branding perlu dilakukan secara konsisten dalam membangun identitas diri.

“Sekarang orang tidak hanya ingin menikmati makanan, tetapi juga mengenal siapa yang ada di balik prosesnya. Di situlah personal branding menjadi elemen penting untuk membangun kepercayaan dan koneksi dengan pelanggan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi efektif menjadi kunci dalam lingkungan dapur yang dinamis dan penuh tekanan.

“Kemampuan bekerja dalam tim serta membangun relasi yang baik menjadi faktor krusial dalam mencapai keberhasilan di industri ini,” tambahnya.

Mahasiswa juga diajak memahami pentingnya membangun layanan berbasis pada hubungan antarmanusia hingga kesiapan menghadapi transformasi industri. Para pembicara menekankan bahwa hospitality tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi berakar pada empati, komunikasi, dan pelayanan yang tulus.

Selain itu, sikap kerendahan hati, rasa ingin tahu, dan kemauan untuk terus belajar juga menjadi kunci bagi lulusan baru untuk tetap adaptif dan berkembang di tengah perubahan industri yang dinamis.

Hospitour 2026 diikuti lebih dari 350 peserta dari 32 perguruan tinggi bidang pariwisata dan hospitality di berbagai daerah di Indonesia, seperti Palembang, Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Bali, dan Lombok, serta 14 SMA/SMK dari Jabodetabek.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner