Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung Berkapasitas 1.000 Pelajar

16 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Provinsi Lampung terus dikebut. Meski progresnya baru mencapai 30,52 persen, pemerintah menargetkan proyek tersebut rampung di bulan Juni 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf optimistis target tersebut bisa tercapai, mengingat pembangunan melibatkan ratusan tenaga kerja.

“Lebih dari 600 pekerja terlibat. Kami harap selesai tepat waktu sehingga tahun ini bisa mulai menerima siswa baru,” ujar Saifullah saat meninjau lokasi pembangunan di kawasan Kotabaru, Jati Agung, Lampung Selatan, Senin (27/4/2026).

Gedung Sekolah Rakyat ini menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Nantinya, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 siswa.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dibangun serentak di lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia, sebagai upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan.

Selain meninjau pembangunan, Saifullah juga mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan di Hajimena, Natar.

Dia menilai proses belajar mengajar berjalan cukup baik, meski menghadapi tantangan serius. Menurutnya, latar belakang siswa yang beragam menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, ada siswa setingkat SMA yang belum bisa membaca.

“Ada yang cepat mengikuti pelajaran, tapi ada juga yang di kelas 1 SMA belum bisa membaca. Ini jadi tantangan bagi guru,” ujarnya.

Namun, kondisi tersebut perlahan mulai teratasi. Para guru dan siswa dinilai sudah mulai beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang diterapkan.

Pemerintah terus melakukan evaluasi berkala, termasuk peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan. Hasilnya, semangat belajar siswa terus meningkat.

Saifullah mengungkapkan, sekitar 75 persen siswa Sekolah Rakyat memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara sisanya ingin menjadi wirausaha.

Ia menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi solusi penting untuk menekan angka putus sekolah, khususnya di jenjang SMP ke SMA yang masih cukup tinggi.

“Anak-anak yang tidak sekolah berisiko menghadapi berbagai masalah sosial. Sekolah Rakyat hadir untuk memberi mereka kesempatan,” pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner