Pencarian Christoper Rustam Mahasiswa yang Hilang Tenggelam di Danau Toba Dihentikan

4 hours ago 3

Liputan6.com, Medan - Suasana haru menyelimuti kawasan Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Sabtu (18/4/2026). Doa bersama (Misa) dan prosesi tabur bunga dilaksanakan sebagai tanda resmi dihentikannya operasi pencarian terhadap Fr Cristoper Rustam Muda Dua (21), yang dilaporkan hilang tenggelam sejak 11 April 2026 lalu.

Langkah ini diambil setelah tim gabungan melakukan upaya maksimal selama tujuh hari berturut-turut tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan korban di kedalaman Danau Toba yang ekstrem.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Danau Toba, BPBD Toba, TNI-AL, Polres Toba, hingga relawan PT Aqua Farm Nusantara telah mengerahkan teknologi canggih dalam misi kemanusiaan ini. Selain penyelaman manual, tim menggunakan drone bawah air untuk mendeteksi tubuh korban di dasar danau hingga kedalaman 100 meter.

Tak hanya itu, pemantauan udara menggunakan drone juga dilakukan di permukaan air sejauh 1.400 meter dari lokasi kejadian. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan pada hari ketujuh, jasad calon rohaniwan tersebut masih belum berhasil ditemukan.

Prosesi pelepasan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting gereja, termasuk Uskup Pangkal Pinang yang memimpin langsung doa Misa. Hadir pula keluarga besar korban, rekan-rekan Frater dari Fakultas Filsafat UNIKA St. Thomas Medan, serta jemaat Katolik dari berbagai paroki seperti Onan Runggu, Tomok, dan Parapat.

Kapolsek Lumbanjulu AKP Nandi Butarbutar, mendampingi keluarga korban dalam prosesi tabur bunga di titik awal kejadian. "Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Kami berharap doa bersama ini menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan," ujar AKP Nandi.

Imbauan Bagi Masyarakat dan Nelayan

Meski pencarian secara resmi dihentikan, aparat keamanan tetap meminta partisipasi masyarakat. Kapolres Toba AKBP VJ Parapaga melalui Plt Kasi Humas Ipda Khairudin mengimbau para nelayan dan warga yang beraktivitas di sepanjang perairan Situmurun untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan jasad korban.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di kawasan wisata air, terutama di lokasi dengan kondisi alam yang menantang seperti Air Terjun Situmurun," pungkasnya.

Dengan berakhirnya prosesi ini, pencarian Fr Cristoper beralih menjadi pemantauan pasif, sembari berharap mukjizat atau petunjuk baru dapat ditemukan di kemudian hari.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner