Kronologi Penemuan Mayat Dalam Tumpukan Pakaian dan Bertabur Kopi di Depok

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian Resor (Polres) Metro Depok menyelidiki penemuan mayat perempuan berinisial DH (55) dalam tumpukan pakaian dan bertabur kopi di dalam rumah kawasan Meruyung. Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi mengatakan, telah meminta keterangan anak dari DH, yang pertama kali menemukan jenazah.

“Masih dilakukan penyelidikan, meminta keterangan saksi yakni anaknya,” ujar Made, Minggu (8/3/2026).

Made menjelaskan, berdasarkan keterangan sementara, anaknya berinisial LMA datang bersama pacarnya berinisial RCR ke rumah korban, Jumat (6/3/2026) sekira pukul 23.00 WIB. Saksi datang ke rumah korban untuk membersihkan rumah.

“Saksi datang ke rumah korban itu yang kedua kalinya, sebelumnya pernah datang Februari 2026,” jelas Made.

Saat LMA datang pertama, rumah korban dalam keadaan kosong, pintu pagar dalam keadaan terkunci gembok dari arah luar. Ketika itu, LMA mendapat kabar dari saudara bahwa korban sedang berada di rumah temannya di Sukabumi.

“Saksi dibantu pacarnya membuka paksa gembok, setelah gembok berhasil dibuka, saksi masuk menuju ke pintu rumah dan pintu rumah tidak terkunci,” terang Made.

Saksi bersama pacarnya melihat rumah dengan kondisi berantakan. Di kamar terdapat tumpukan pakaian di lantai. Namun LMA tidak menaruh curiga.

“Saksi tidak menaruh curiga karena tidak mencium bau aneh apapun dari dalam kamar,” ucap Made.

Melihat kondisi dalam rumah berantakan, saksi menunda untuk membersihkan area dalam rumah, dan hanya membersihkan pekarangan rumah. Setelah selesai membersihkan pekarangan rumah, saksi bersama pacarnya pergi meninggalkan rumah korban.

“Usai membersihkan pekarangan rumah, saksi pergi meninggalkan rumah dan mengganti kunci gembok pintu pagar dengan yang baru,” tutur Made.

Saksi bersama pacarnya kembali mendatangi rumah korban pada hari Jumat (6/3/2026) sekira pukul 23.00 WIB, untuk meneruskan membersihkan rumah korban. Saksi sempat menginap bersama pacarnya dan sempat tidur pada ruang tengah rumah korban.

“Esok harinya saksi melanjutkan membersihkan rumah korban,” ungkap Made.

Pada Sabtu (7/3/2026) sekira pukul 09.00 WIB, saksi bersama pacarnya melanjutkan membersihkan area dalam rumah korban. Adapun saksi bersama pacarnya berbagi tugas, saksi membersihkan area dapur dan pacarnya area tengah dan kamar.

“Pacar saksi tumpukan pakaian ke dalam kantung plastik dan saat menyingkap karpet di tumpukan pakaian, terdapat sepasang kaki manusia dalam kondisi sudah terlihat tulang dan keadaan kulit mongering,” tutur Made.

Melihat temuan tersebut, saksi bersama pacarnya segera melapor ke pengurus lingkungan dan dilanjutkan ke polisi. Berdasarkan informasi sementara, korban tinggal bersama suami sirinya berinisial ARH.

“Saat jenazah korban ditemukan, keberadaan suami siri korban saat ini tidak diketahui,” kata Made.

Dalam proses penyelidikan, polisi memastikan sejumlah barang milik korban tidak ada, di antaranya sepeda motor bernomor polisi B 6613 ZME, beserta kunci kontak dan STNK.

“Untuk BPKB motor diketahui telah dijadikan jaminan pinjaman kredit,” terang Made.

Selain itu, handphone milik korban tidak ditemukan di sekitar lokasi penemuan mayat.

“Satu unit Handphone milik korban turut hilang,” pungkas Made.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner