Kisah Heroik Dua Bidan di Jepara, Terobos Longsor Demi Bantu Warga Melahirkan

8 hours ago 3

Liputan6.com, Jepara- Di saat bencana longsor memutus akses dan membuat wilayah Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, Jawa Tengah terisolasi, kehidupan justru menemukan jalannya. Di tengah adangan lumpur, jalan amblas, dan ancaman longsor susulan, dua bidan Puskesmas Keling I melangkah menunaikan tugas kemanusiaan.

Mereka menembus keterbatasan demi satu misi, yakni menyelamatkan seorang ibu yang akan melahirkan. Ketika sebagian wilayah Desa Tempur yang berada di Pegunungan Muria masih bergulat dengan dampak bencana, Bidan Liya dan Bidan Cindy memulai perjalanan yang tak biasa.

Dua tenaga kesehatan itu menyusuri jalan yang masih penuh longsoran tanpa menumpang ambulance, untuk menolong persalinan seorang ibu warga Desa Tempur. Meski hanya mengendarai sepeda motor dan harus berjalan kaki karena menapaki badan jalan yang berisiko longsor, mereka bersemangat menjalankan tugas kemanusiaan.

Awalnya, upaya evakuasi terhadap warga Desa Tempur yang hendak melahirkan sudah dilakukan sejak Jumat (9/1/2026) malam. Saat itu, tim medis Puskesmas Keling sempat mencoba menerobos ruas jalan di tengah hujan lebat menggunakan ambulance.

Namun sekitar pukul 21.00–22.00 WIB, akses menuju desa yang berada di Pegunungan Muria benar-benar terputus akibat longsor besar.

Tim medis Puskesmas Keling terpaksa kembali pulang. Meskipun material longsoran tanah dan batu menutup akses jalan ke Desa Tempur, namun tidak memadamkan tanggung jawab mereka.

“Pelayanan kesehatan tetap prioritas. Karena itu, dua bidan kami berangkat langsung Sabtu pagi pukul 07.00,” ujar dr. Murtono, Kepala Puskesmas Keling I pada Minggu (11/1/2026).

Dengan mengendarai sepeda motor, kedua bidan tersebut hanya bisa mencapai wilayah di Dukuh Pajang, Desa Damarwulan. Setelah itu, mereka harus menyusuri jalan lenyap.

Perjalanan misi kemanusiaan itu dilanjutkan dengan berjalan kaki dan menembus jalur sulit. Dibantu relawan tim SAR yang menjemput dan mengawal, mereka akhirnya tiba di rumah warga Desa Tempur yang hendak melahirkan.

Untuk sampai di Desa Tempur, kedua bidan ini membutuhkan waktu tempuh mencapai hampir tiga jam. Medan berat dan suasana mencekam, tidak membuat Bidan Liya dan Bidan Cindy ragu melangkah.

Setiba di lokasi, situasi cemas pun menyelimuti. Seorang ibu bersiap melahirkan anak keduanya, di wilayah yang tengah dikepung longsor. Namun di tempat sederhana itulah, kabar baik akhirnya lahir.

“Persalinan berjalan normal. Bayi laki-laki lahir selamat. Tidak ada komplikasi. Ibu dan bayi dalam kondisi sehat dan stabil,” terang dr. Murtono.

Tangis bayi memecah ketegangan. Di tengah bencana, sebuah kehidupan baru datang, seperti pengingat bahwa harapan selalu menemukan celah.

Usai proses persalinan, tim medis kembali turun menuju Puskesmas Keling sekitar pukul 14.00 WIB melalui jalur Medani–Cluwak Kabupaten Pati.

Sedangkan upaya pembukaan akses jalan terus dilakukan. Bahkan sejak Jumat malam, sejumlah warga telah diungsikan karena rumah mereka terdampak longsor.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner