Imigrasi Soekarno Hatta Siapkan Mitigasi Penanganan Penumpang Dampak Konflik di Timur Tengah

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Dampak konflik di Timur Tengah yang sempat memicu kepadatan arus penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, membuat Imigrasi setempat membuat mitigasi penanganan.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menyiapkan segala kemungkinan yang ada. Termasuk adanya potensi warga negara asing (WNA) yang mengalami overstay, akibat terganggunya jadwal penerbangan dan rencana kedatangan puluhan ribu jamaah umrah dari Arab Saudi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta Galih Priya Kartika Perdhana menjelaskan, pada hari-hari awal pecahnya perang di Timur Tengah situasi di bandara sempat terjadi kepadatan.

Sejumlah penerbangan menuju dan dari kawasan terdampak terpaksa dibatalkan atau ditunda, sehingga banyak WNA yang sudah berada di bandara tidak dapat segera kembali ke negara tujuan.

“Pada awal kejadian memang cukup padat karena banyak penerbangan terganggu. Bagi WNA yang sudah proses clearance keberangkatan namun batal terbang, kami batalkan clearance-nya dan izin tinggalnya dikembalikan ke izin tinggal semula,” ujar Galih, usai menerima kunjungan Imigrasi Australia di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Rabu (4/3/2026).

Lalu, terkait izin tinggal yang habis masa berlakunya atau berpotensi overstay, Imigrasi mengacu pada surat edaran pelaksana tugas Dirjen Imigrasi tahun 2025. Dalam aturan tersebut, WNA yang terdampak situasi atau keadaan darurat dapat diberikan izin tinggal dalam kondisi terpaksa (darurat).

“Terhadap mereka tidak dikenakan denda, atau Rp 0. Jadi tidak ada sanksi administratif overstay selama memenuhi kriteria dalam surat edaran tersebut,” bebernya.

Dia juga mengungkapkan, sempat terdapat beberapa WNA yang mengalami overstay dua hingga tiga hari akibat pembatalan penerbangan. Namun, sesuai ketentuan, mereka tetap diberikan relaksasi tanpa denda.

Saat ini, kondisi di Bandara Soekarno-Hatta disebut sudah berangsur landai seiring dengan notifikasi pembatalan penerbangan yang telah tersampaikan jauh hari dari jadwal penerbangan. Meski demikian, Imigrasi tetap siaga dan berkoordinasi dengan kementerian serta otoritas terkait.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner